Berita Tapin

Delapan Remaja Diamankan di Lapangan Dwi Darma, Diminta Mandi dan Diberi Makan

Sebanyak delapan remaja berusia 19 tahun hingga 23 tahun diamankan jajaran Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tapin di kawasan lapangan Dwi Dharma Rantau.

Delapan Remaja Diamankan di Lapangan Dwi Darma, Diminta Mandi dan Diberi Makan
Satpol PP dan Damkar Tapin)
Delapan remaja diamankan Satpol PP karena dinilai meresahkan ketertiban umum 4. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Sebanyak delapan remaja berusia 19 tahun hingga 23 tahun diamankan jajaran Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tapin di kawasan lapangan Dwi Dharma Rantau, Kamis (15/8/2019).

Informasi dihimpun reporter Banjarmasinpost.co.id, delapan remaja itu dilaporkan warga karena dinilai meresahkan dan diduga menganggu aktivitas para pekerja proyek perbaikan tribun penonton lapangan Dwi Dharma.

Sekitar 30 personel Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tapin mengepung keberadaan delapan remaja itu dipimpin Kasatpol PP dan Damkar Kabupaten Tapin, H Mahyudin.

Aroma pakaian kedelapan remaja yang diamankan itu membuat petugas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tapin menahan napas dan menutup hidung karena tak sedap.

Akhirnya petugas meminta mereka berbaris di depan Kantor Inspektorat Kabupaten Tapin, berikutnya dimintai identitas dan asal domisili kedepan remaja tersebut.

Baca: Tak Perlu Tunggu Status Darurat Untuk Bergerak Tangani Karhutla di Kalsel, Ini Penjelasan BNPB

Baca: BPBD Tabalong Dirikan Posko Siaga Karhutla di Setiap Kecamatan, Ini Tujuannya

Kasatpol PP dan Damkar Kabupaten Tapin, H Mahyudin dikonfirmasi melalui Kepala Seksi Pengawasan, Pembinaan dan Penyuluhan Bidang Penegakan Peraturan Perundangan Daerah pada Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tapin, Supriadi membenarkan mengamankan delapan remaja.

Menurut Supriadi, pengamanan itu karena laporan masyarakat yang menduga kedelapan remaja itu merupakan anak punk yang berada di kawasan lapangan Dwi Dharma Rantau.

Padahal, lapangan Dwi Dharma Rantau akan menjadi lokasi pelaksanaan upacara peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

"Delapan remaja itu kita amankan, diberikan pembinaan dan disuruh mandi kemudian diberi makan siang gratis. Mereka berjanji tidak lagu berada dekat lapangan Dwi Dharma Rantau.

Perintah Kasatpol PP dan Damkar Kabupaten Tapin, lokasi lapangan Dwi Dharma Rantau steril dan dijaga hingga sehari setelah upacara penurunan bendera," katanya. (banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved