Berita Kalteng

Kebakaran Lahan Makin Memprihatinkan, Wali Kota Palangkaraya Serukan Masyarakat Salat Istisqa

Hujan lebat atau dengan intensitas tinggi terjadi di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Rabu (14/8/2019) sekitar satu jam.

Kebakaran Lahan Makin Memprihatinkan, Wali Kota Palangkaraya Serukan Masyarakat Salat Istisqa
Humas Pemko Palangkaraya
Wali Kota Palangkaraya , Fairid Naparin dan jajarannya melakukan salat istisqa di Balai Kota Palangkaraya, Kamis (15/8/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Hujan lebat atau dengan intensitas tinggi terjadi di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Rabu (14/8/2019) sekitar satu jam. Namun, belum menjamin bisa memadamkan kebakaran lahan secara sporadis yang terjadi di Palangkaraya, hampir dua bulan ini.

Meski pengaruh hujan lebat secara alami tersebut mampu mengurangi kepekatan kabut asap yang menyelimuti Kota Palangkaraya, namun belum menjamin secara total lahan gambut yang terbakar bisa padam keseluruhannya hanya dengan hujan satu kali tersebut.

Wali Kota Palangkaraya, Fairid Naparin, Kamis (15/8/2019) menggelar salat Istisqa bersama jajarnnya dengan harapan agar Allah taala menurunkan hujan agar kebakaran lahan yang terjadi di lahan gambut bisa dipadamkan secara total dengan menurunkan hujan.

Baca: Kayu Bajakah Mendunia, Pemprov Kalteng Berencana Patenkan Obat Penyembuh Kanker Ini

Baca: Setelah Didata, Kebakaran di Alalak Tengah Banjarmasin Menghanguskan 22 Rumah, Ini Rinciannya

Baca: BREAKING NEWS - 5 Buah Rumah di Alalak Tengah Banjarmasin Terbakar, Harta Berharga Syaipul Ludes

Upaya pemadaman kebakaran lahan yang terjadi di Kota Palangkaraya, selama musim kemarau belum efektif memadamkan lahan yang saat ini luasannya mencapai ratusan hektare, sehingga, Wali Kota melakukan salat istisqa bersama jajarannya juga menganjurkan lembaga lainnya juga masyarakat melakukan hal yang sama.

"Memang kemarin sempat hujan cukup lebat menguyur Kota Palangkaraya dan sekitarnya, mamun itu belum cukup sehingga kita perlu terus meminta kepada Allah Taala, agar kembali turun hujan sehingga semua lahan gambut yang terbakar bisa padam secara total," ujarnya.

Fairid meminta agar, warga Palangkaraya melakukan salat istisqa agar hujan secara periodik terus mengguyur lahan gambut yang terbakar tersebut."Kami imbau warga juga melakukan salat istisqa memohon kepada Allah taala agar lahan yang terbakar benar-benar padam disiram air hujan," ujarnya.

Sementara itu, upaya pencegahan kebakaran lahan dan pemadaman terus dilakukan oleh petugas Karhutla dengan memadamkan lahan terbakar, dan memasang spanduk larangan membakar lahan di titik rawan kebakaran lahan.

Selain itu, untuk SLTP dan SD proses belajar masih di rumah sedangkan SLTA dilakukan pengaturan jam belajar disekolah serta kegiatan ekstrakurikuler diluar ruangan dihentikan sementara masih berasap.

(banjarmasinpost.co.id / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved