Berita Banjarbaru

Pendistribusian Air Bersih PDAM Intan Banjar Mulai Terancam, Namun Waduk Riam Kanan Masih Normal

SPAM Banjarbakula sendiri mengambil air baku langsung dari Mandikapau, Kabupaten Banjar. Sehingga, tidak berpengaruh jika irigasi surut.

Pendistribusian Air Bersih PDAM Intan Banjar Mulai Terancam, Namun Waduk Riam Kanan Masih Normal
PDAM Intan Banjar
Kantor PDAM Intan Banjar di Kota Banjarbaru. 

BANJARMASINPOST.CO.ID BANJARBARU - Debit air sungai Martapura mengalami penurunan. Air surut selama empat jam mulai pukul 01.00 Wita hingga 04.00 Wita setiap harinya.

Kondisi ini membuat pengelola PDAM Intan Banjar menghentikan mesin sedot airnya di jam tersebut.

"Setiap pukul satu sampai empat dini hari, Sungai Martapura surut. Hal itu membuat intake Sungai Tabuk tak bisa beroperasi dengan optimal," kata Plt Kabag Produksi PDAM Intan Banjar, Untung Hartaniah.

Meski demikian, tapi tidak terlalu memusingkan pihak PDAM Intan Banjar dalam mengambil dan mengolah air baku melalui Intake Sungai Tabuk.

Hal itu karena memang jam itu terjadi pada posisi malam dan jam itu tidak beroperasi.

"Tapi untungnya kondisi surut itu malam hari, penggunaan air bersih di masyarakat tidak banyak. Jadi, meski air baku berkurang tidak berdampak ke pelanggan. Karena pada siang hari debit air sungai normal lagi," ungkapnya.

Baca: Sekda Banjar Soroti Perilaku Merokok, Begini Sarannya Usai Dengan Paparan Tim UIN Antasari

Baca: 11 Kategori Artis Pansos Menurut Nikita Mirzani, Sindir Barbie Kumalasari dan Rosa Meldianti?

Baca: Polisi Larang Pelajar SMPN 14 Banjarmasin Bawa Motor ke Sekolah, Ini Kata Kepala Sekolah

Untung hanya berharap tidak terjadi seperti 2015 silam. Sebab, jika kemarau masih panjang ditakutkan debit air Sungai Martapura semakin surut dan membuat mereka kekurangan air baku pada siang hari.

"Kalau cuaca seperti ini terus, bisa-bisa kejadian pada 2015 lalu terulang," tandasnya

Diceritakannya, pada 2015 lalu Intake Sungai Tabuk yang melayani sekitar 40 ribu pelanggan di wilayah Sungai Tabuk, Kertak Hanyar, Gambut, Aluh-Aluh dan sekitarnya setiap harinya harus menghentikan operasional selama empat jam akibat kurangnya ketersediaam air baku.

"Karena hampir setiap hari leding mati, saat itu kami harus mendistribusikan air bersih dengan mobil tangki," ceritanya.

Sementara untuk tahun lalu, Untung menuturkan pendistribusian air bersih aman karena kemarau tidak terlalu panas dan panjang. "Pokoknya debit air sungai sangat surut itu ketika kemarau panjang," tuturnya.

Lalu bagaimana dengan Intake Pinus yang melayani 40 ribuan pelanggan di wilayah Banjarbaru, Martapura dan sekitarnya? Dia menyampaikan, hingga kini masih aman. Sebab, debit aliran irigasi tempat mereka mengambil air baku masih normal. "Kalaupun debit irigasi surut, sebenarnya tidak lagi berpengaruh. Sebab, kita bisa mengambil air dari SPAM Banjarbakula," runutnya.

Anggota Kodim 1010/Rantau membersihkan saluran irigasi di pintu air Bungur
Anggota Kodim 1010/Rantau membersihkan saluran irigasi di pintu air Bungur (Kodim 1010/RTU)

SPAM Banjarbakula sendiri mengambil air baku langsung dari Mandikapau, Kabupaten Banjar. Sehingga, tidak berpengaruh jika irigasi surut.

Dan bagaimana kondisi air di waduk Riam Kanan? Niki rendra adisetiawan (assistant manager komunikasi), menjelaskan Kondisi air waduk riam kanan sama masih normal.

"Masih aman dan normal, sama hari-hari biasa dimana DMA-nya 57.310 meter," kata dia. (banjarmasinpost.co.id/lis)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved