Berita Kalteng

Penjual Ramuan Obat Tradisional Dayak "Diserbu", Penderita Kanker dan Tumor Berburu Akar Bajakah

Mecuatnya berita tentang khasiat akar bajakah tumbuhan yang hidup di hutan tropis di lahan gambut di Kalimantan Tengah saat ini menjadi perbincangan.

Penjual Ramuan Obat Tradisional Dayak
tribunkalteng.com/faturahman
Seorang penjual ramuan obat tradisional akar-akaran khas dayak Kalteng di Jalan Ahmad Yani Sampit di kawasan pasar berdikari, menunjukkan bungkusan ramuan obat tradisional akar campuran dari hutan Kalteng, Kamis (15/8/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Mecuatnya berita tentang khasiat akar bajakah tumbuhan yang hidup di hutan tropis di lahan bergambut di Kalimantan Tengah saat ini menjadi perbincangan banyak kalangan, bukan hanya warga Kalteng juga dari provinsi lain.

Banyak keluarga penderita kanker yang berburu akar bajakah tersebut, banyak akun di media sosial yang memasang foto akar bajakah untuk dijual dengan harga berkisar antara Rp500 ribu hingga Rp1 juta untuk beberapa batang akar bajakah.

Penjualan bukan hanya secara online, di toko-toko penjual barang aksesoris dayak, maupun ramuan obat tradisional dayak yang ada di Palangkaraya maupun di Sampit pun penjualannya laris.Padahal, sebelum kabar ini booming dimedia massa, akar ini kurang laku, dan hanya dijual Rp10 ribu perbungkus.

Namun saat ini, harga satu bungkus bisa dibandrol dengan harga Rp350 ribu hingga Rp500 ribu untuk ukuran kecil saja. Namun, tetap saja ramuan Akar Bajakah yang didagangkan, habis terjual, karena saking banyaknya warga yang datang untuk membelinya.

Baca: Kayu Bajakah Mendunia, Pemprov Kalteng Berencana Patenkan Obat Penyembuh Kanker Ini

Baca: VIDEO CIRI-CIRI Obat Kanker dari Hutan Kalteng, seperti sulur dan Air Bajakah Diminum Terasa Dingin

Baca: PENGAKUAN Keluarga yang Pertama Buktikan Khasiat Bajakah, Sembuhkan Setelah Divonis Kanker Stadium 4

Demikian juga, dengan toko penjual ramuan obat tradisional dayak di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, yang selama ini, belum pernah menjual ramuan tersebut banyak didatangi orang untuk mencari akar bajakah tersebut.

Muhammad Rusdi, misalnya yang melayani penjualan obat tradisional dayak Toko Permata Martapura di Jalan Ahmad Yani belakang Toko Matahari Foto, sekitar Pelabuhan Sampit, mengaku setiap hari ada puluhan orang datang untuk membeli Akar Bajakah tersebut.

"Kami selama ini hanya menjual campuran akar obat tradisional dayak, yang didalamnya juga ada sebagian akar bajakah, tetapi tidak begiti banyak di beli. Orang yang datang , hanya untuk membeli akar bajakah untuk obat kanker, sehinga kami minta waktu kepada mereka berasabary karena akar tersebut sudah dipesan, besok datang sore, " ujarnya.

Demikian juga dengan Toko Penjual Ramuan Khas Dayak di Sampit, Toko Al banjari yang juga di kompleks pertokoan berdikari, setiap hari didatangi orang yang ingin beli akar bajakah tersebut, namun akarnya masih di pesan sehingga belum bisa dilayani.

Baca: Tumbuhan Bajakah Sudah Bikin Heboh Hingga Mendunia, Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Baca: VIRAL Bajakah dari Hutan Kalteng, Inilah 5 Fakta Tanaman yang Diklaim Sukses Sembuhkan Kanker

Baca: Gubernur Kalteng Sugianto Patenkan Ramuan Bajakah Pembunuh Kanker, Siswa Penemu Diundang ke Turki

Sementara itu, Abdul Karim, salah satu pegawai BKSDA Kalteng yang biasa keluar masuk hutan di Kalteng, mengimbau agar warga yang tidak tau tentang akar bajakah untuk dikonsumsi agar tidak sembarangan mengonsumsi akar tersebut, karena ada ratusan jenis akar bajakah di Hutan Kalteng.

Dia mengimbau, kepada warga yang ingin menjadikan akar bajakah tersebut sebagai obat harus membawa orang yang memang tau tentang akar bajakah tunggal, sehingga ketika mengonsumsi akar tersebut tidak menimbulkan efek negatif bagi tubuh."Ada jenis akar bajakah yang beracun, ini yang harus diketahui oleh pencari akar bajakah untuk obat," ujarnya. (banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved