Berita HSU

Periksa Sampel Garam di Balangan, BPOM HSU Temukan Kandungan Yodium di Bawah Standar

Garam yang diduga kandungan yodiumnya masih di bawah standar ditemukan Kantor BPOM di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), saat memeriksa sampel garam

Periksa Sampel Garam di Balangan, BPOM HSU Temukan Kandungan Yodium di Bawah Standar
BPOM HSU untuk Banjarmasinpost.co.id
Kantor BPOM di Kabupaten Hulu Sungai Utara melakukan kegiatan Operasi Terpadu Pangan Fortifikasi Garam Beryodium di Kabupaten Balangan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Garam yang diduga kandungan yodiumnya masih di bawah standar ditemukan Kantor BPOM di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), saat memeriksa sampel garam di Kabupaten Balangan.

Dari delapan sampel garam kemasan yang diambil dari Pasar Paringin dan Pasar Modern Adaro Balangan, didapati ada satu yang kandungan yodiumnya tidak memenuhi ketentuan.

Kepala Kantor BPOM HSU, Bambang Hery Purwanto, Kamis (15/8/2019), membenarkan pihaknya ada melakukan pemeriksaan sampel garam di Kabupaten Balangan.

"Iya, Kantor BPOM di Kabupaten Hulu Sungai Utara melakukan kegiatan Operasi Terpadu Pangan Fortifikasi Garam Beryodium di Kabupaten Balangan dalam upaya mendukung penurunan stunting," katanya.

Baca: LIVE INDOSIAR - Link Live Streaming Arema FC vs Persebaya di Liga 1 2019, Cek Cara Nonton Vidio.com

Baca: Kebakaran Lahan Makin Memprihatinkan, Wali Kota Palangkaraya Serukan Masyarakat Salat Istisqa

Baca: Luncurkan Aplikasi Siperkasa, Prof Dr Yudi Firmanul Sebut ULM Raih di Diklat PIM 2019

Kegiatan di Balangan dilakukan, Rabu (14/8/2019), menggunakan mobil laboratorium keliling bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Perdagangan Kabupaten Balangan.

Disampaikannya, secara bersama-sama mereka turun ke Pasar Paringin dan Pasar Modern Adaro untuk mengambil sampel garam.

"Ada delapan sampel yang diuji dengan menggunakan Yodium Test Kit," katanya.

Uji kuantitatif untuk menentukan kadar yodium menggunakan test kit ini, imbuhnya, mendapatkan hasil satu sampel garam yang mempunyai kadar kurang dari 30 ppm, tepatnya 27 ppm.

"Persyaratan garam sesuai standar SNI yaitu 30 - 80 ppm," tegasnya.

Selanjutnya karena ditemukan di bawah standar, maka sampel tersebut dirujuk ke laboratorium Balai Besar POM di Banjarmasin untuk dilakukan uji ulang.

Ini untuk menentukan apakah benar kandungan yodium yang ada di garam tersebut tidak memenuhi standar.

Apabila benar ditemukan tidak memenuhi standar, maka akan ditindaklanjuti dengan diberikan teguran dan peringatan kepada industri garam tersebut.

"Kegiatan ini kami lakukan di tiga kabupaten wilayah pengawasan Kantor BPOM di Kabupaten Hulu Sungai yaitu Kabupaten Balangan, Kabupaten Tabalong dan Kabupaten Hulu Sungai Utara," ujarnya.

Dimana untuk Balangan dilakukan lebih dulu, setelah itu menyusul Tabalong dan juga pasar-pasar di HSU. (banjarmainpost.co.id/dony usman)

Penulis: Dony Usman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved