Berita Banjarmasin

Bajakah Viral sebagai Obat Kanker, Dr. Iwan Aflanie sebut Perlu Dilakukan Penelitian Lebih Lanjut

Bajakah sebagai obat kanker perlu dibuktikan melalui serangkaian penelitian ilmiah.

Bajakah Viral sebagai Obat Kanker, Dr. Iwan Aflanie sebut Perlu Dilakukan Penelitian Lebih Lanjut
istimewa
Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Dr. Iwan Aflanie, M. Kes, Sp.F, SH. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Bajakah sebagai obat kanker perlu dibuktikan melalui serangkaian penelitian ilmiah.

Ramainya berita tentang khasiat kayu Bajakah yang dipicu oleh hasil penelitian siswa SMU salah satu kota di Indonesia, sudah menjadi perhatian para peneliti di Indonesia bahkan dunia.

Hal itu disampaikan Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Dr. Iwan Aflanie, M. Kes, Sp.F, SH.

"Namun yang harus diperhatikan adalah aspek metodologi, hasil dan dalam bentuk apa hasil penelitian tersebut dipublikasikan," kata dia, Jumat (16/8).

Dia mengatakan, karya para siswa tersebut perlu diapresiasi, sesuatu yang bagus.

Dari sisi inovasi dan kreativitas penggunaan bahan alam, apa yang mereka tampilkan sangat bagus dan mendapat penghargaan sampai level dunia.

"Di sini saya garisbawahi tentang ide dan inovasi," kata Wakil Dekan Bidang Akademik FK ULM ini.

Pada sisi yang lain, dikatakannya lebih lanjut, dalam dunia medis (modern) untuk menetapkan khasiat suatu obat atau bahan alam harus melalui jalan yang panjang.

Baca: Permintaan Ani Yudhoyono Akhirnya Dikabulkan Istri AHY, Annisa Pohan, Menantu SBY Komentar Ini

Baca: Film Yang Cocok Ditonton Saat HUT RI Ke-74 Jelang Perayaan Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 2019

Baca: Penolakan Ariel NOAH Saat Disinggung Ikuti Hijrahnya Uki, Mantan Luna Maya Sebut Alasan

Baca: Aktivitas Puput Nastiti Devi Selain Temani BTP Diungkap, Ramai Veronica Tan FC Komentari Istri Ahok

"Penelitian siswa SMU ini merupakan salah satu bentuk dari langkah awal rangkaian penelitian, dalam hal ini dicobakan pada tikus dengan parameter hilangnya benjolan (yang diduga tumor), sedangkan pemeriksaan tumor marker/penanda spesifik tidak dilakukan (sepanjang yang saya ketahui dari media massa)," kata Anggota Majelis Kehormatan Etik Kedokteran IDI Kalsel ini.

Menurutnya, Penelitian PreKlinis biasanya dilakukan pada hewan coba, dilaksanakan dalam beberapa langkah.

Halaman
12
Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved