Bajakah Tunggal Mulai Diburu

Dulu Kurang Laku, Akar Bajakah Hanya Dijual 10 Ribu, Kini Harganya Melejit hingga Rp 1 Juta

Maraknya berita tentang khasiat tumbuhan akar bajakah tunggal atau bajakah lamei di hutan Kalimantan Tengah yang bisa mengobati tumor dan kanker

Dulu Kurang Laku, Akar Bajakah Hanya Dijual 10 Ribu, Kini Harganya Melejit hingga Rp 1 Juta
KOMPAS.com/KURNIA TARIGAN
Ketiga siswa SMA Palangkaraya yang berhasil mengharumkan Indonesia melalui Karya Ilmiah Kayu Bajakah Penyembuh Kanker. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Maraknya berita tentang khasiat tumbuhan akar bajakah tunggal atau bajakah lamei di hutan Kalimantan Tengah yang bisa mengobati tumor dan kanker menjadi perbincangan banyak kalangan.

Ini setelah dua siswi SMAN 2 Palangkaraya memenangkan lomba karya tulis ilmiah di Seoul, Korea Selatan pada 25-27 Juli 2019.

Banyak orang kini berburu akar tersebut.

Selain itu di media sosial marak beredar foto kemasan beberapa potongan tumbuhan tersebut lengkap dengan harganya, yang berkisar Rp 500 ribu hingga Rp1 juta.

Baca: Kumpulan Kutipan Tentang Kemerdekaan dari Soekarno dan Tokoh Dunia Sambut HUT RI ke-74

Baca: Pernikahan Roger Danuarta dan Cut Meyriska Tayang Live SCTV Bukan di Hari Kemerdekaan, ini Jadwalnya

Baca: Anak Yatim dari Kaluarga Miskin Jadi Paskibraka Nasional, Asraf Pinjam Sepatu Robek Ketika Seleksi

Di sejumlah toko aksesori Dayak di Palangkaraya, yang juga menjual obat tradisional, pun ramai pengunjung yang mencari akar bajakah.

Padahal sebelumnya akar ini kurang laku dan hanya dijual Rp 10 ribu per bungkus.

Demikian juga di toko ramuan tradisional Dayak di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Muhammad Rusdi, penjaga Toko Permata Martapura di Jalan Ahmad Yani, mengaku setiap hari ada puluhan orang datang untuk membeli akar bajakah.

"Kami memang menjual campuran akar obat tradisional Dayak, yang di dalamnya juga ada akar bajakah. Tetapi selama ini tidak begitu banyak dibeli,” kata Rusdi.

Oleh karena tidak banyak persediaan, Rusdi pun meminta pengunjung bersabar menunggu barang yang masih dipesan.

“Besok datang sore," ujarnya kepada seorang pengunjung.

Demikian juga dengan Toko Albanjari yang berada di Kompleks Pertokoan Berdikari.

Toko ini juga harus melakukan pemesanan karena banyaknya calon pembeli.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved