Ekonomi dan Bisnis

Edukasi Bahaya Utang, Komunitas MTR Sambangi Pedagang Pasar Terapung Lok Baintan

Komunitas Masyarakat Tanpa Riba (MTR) Kalimantan Selatan (Kalsel) semakin giat mensosialisasikan gerakan tanpa riba, kali ini tim MTR Kalsel bersama

Edukasi Bahaya Utang, Komunitas MTR Sambangi Pedagang Pasar Terapung Lok Baintan
banjarmasinpost.co.id/apunk
Kegiatan komunitas MTR dakwah di Pasar Terapung Lok Baintan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Komunitas Masyarakat Tanpa Riba (MTR) Kalimantan Selatan (Kalsel) semakin giat mensosialisasikan gerakan tanpa riba, kali ini tim MTR Kalsel bersama MTR pusat dan beberapa penggiat dari MTR di provinsi lainnya menyambangi Pasar Terapung Lok Baintan, Jumat (16/8/2019).

Perjalanan menuju Pasar Terapung Lok Baintan ditempuh menggunakan kelotok.

Diikuti sekitar 100 penggiat, start dan finish dilakukan di Soto Bang Amat.

Para penggiat yang hadir tidak hanya dari Kalsel, namun ada pula dari Jakarta, Riau, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

Ketua Pengurus Pusat MTR, David Mailendra menyampaikan, perkembangan MTR di seluruh Indonesia berkembang pesat karena andil dari penggiat-penggiat.

"Hampir di semua provinsi di Indonesia dari Sabang sampai Merauke ada komunitas MTR, dan setiap komunitas ada penggiat yang menggerakkan roda dakwah MTR di daerahnya masing-masing," jelasnya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Kegiatan di Pasar Terapung Lok Baintan dikatakannya menjadi salah satu agenda dakwah dari MTR Kalsel dalam menyebarluaskan bahaya utang dan riba.

Baca: Niat Raffi Ahmad Nikahi Sosok Wanita Ini Terungkap di Hadapan Ussy Sulistiawaty, Bukan Nagita

Baca: Tak Ada Mulan Jameela, Ahmad Dhani Rangkul Mesra Maia Estianty di Kenangan Dewa 19

Baca: Baru Tahu Keanehan Siti Badriah Setelah Menikah, Krisjiana Baharudin Mengaku Heran

Baca: Arloji dan Mobil James Bond 007 di Film Dr No Ditawarkan di Lelang, Segini Harganya

"Kami berikan edukasi kepada para pedagang di pasar terapung, agar sadar akan bahaya utang dan riba. Ini bukan pertama kali karena MTR Kalsel telah menggelar acara Sukses Mengembangkan Harta Tanpa Riba (SMHTR) di kalangan pedagang pasar terapung, jadi mereka sudah mengenal MTR juga ada sebagian yang sudah mengenakan baju kaos MTR," paparnya.

Selain itu, para pedagang sebelumnya telah diberikan buku merah dari MTR berupa cerita-cerita pilu orang-orang yang pernah terlilit utang.

Buku tersebut bertujuan menjadi bahan bacaan yang dapat direnungkan agar tidak terjadi pada diri sendiri.

Karena karakteristik dan kultur Kalsel tidak terlepas dari sungai maka dakwah on the river sedang digalakkan komunitas MTR Kalsel.

Sedangkan di daerah lain diungkapkan David ada dakwah on the street dan jenis dakwah lainnya yang sesuai dengan kultur daerah masing-masing.

(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved