Berita Banjarbaru

Helikopter Water Boombing Ditambah Jadi 3, BNPB Minta Waspada Traffict Pesawat di Bandara

Mengantisipasi kejadian makin memburuk suasana Kebakaran hutan dan lahan di Wilayah Kalimantan Selatan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)

Helikopter Water Boombing Ditambah Jadi 3, BNPB Minta Waspada Traffict Pesawat di Bandara
banjarmasinpost.co.id/nurkholis huda
Berafing pagi Satgas Udara dalam penambahan satu heli Water Boombing. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Mengantisipasi kejadian makin memburuk suasana Kebakaran hutan dan lahan di Wilayah Kalimantan Selatan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menambah satu heli Water Boombing untuk Kalsel.

Hal itu ditegaskan oleh Direktur penanganan pengungsi pada deputi bidang penanganan darurat BNPB, Johny Sumbung pada brifing tim satgas Jumat (16/8) pagi lanud Syamsuddin Noor.

"Ya, total sudah ada tiga heli Water Boombing dari sebelumnya yang hanya dua. Satunya heli patroli," kata Johny Sumbung.

Baca: Terungkap, Dosen UGM yang Tewas Gantung Diri Ternyata Seorang Doktor Lulusan Teknik Elektro

Baca: Petani Jeruk Kabupaten Banjar Waswas, Organisme Pengganggu Tumbuhan Mulai Mengancam

Baca: Gagal Raih Untung dari Edarkan 0,14 Gram Sabu, Warga Tanahbumbu Ini Harus Meringkuk di Sel

Agar kegaiatan water Bombing lancar, menurut Johny harus dipikirkan agar kecepatan heli dalam memadamkan api tidak terganggu traffict bandara. " Bisa dicari Tempat khusus heli agar bisa dengan leluasa terbang, sebab selama ini memerlukan waktu 30 sampai satu jam untuk bisa terbang " ujarnya.

Diketahui, BNPB telah menambah 1 heli Water bombing jenis Mi-8 MTv.

Adapun landing Officer (LO) heli Water Boombing dari BNPB, Kol Inf, Fadjar Tjahjono, menjelaskan penambahan heli Water Boombing ini bentuk perhatian dari BNPB untuk penanganan Karhutla. "Apabila meningkat untuk didukung heli Water Boombing," kata dia.

Kepala Pelaksana BPBD Kalsel Wahyuddin berharap tim satgas harus bergerak cepat, dengan brifing pagi jam 07 pagi, sehingga jam 08 sudah bisa operasional.

Memang, sebutnya sejauh ini ada sedikit kendala dalam waktu untuk menerbangkan heli dalam kecepatan waktu mengingat SOP pesawat dan mengingat traffict pesawat komersial yang ada di Bandara Syamsudin Noor. (banjarmasinpost.co.id/lis)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved