Berita HSU

Kali ini di Wilayah HSU, BPOM Temukan Lagi Garam yang Kandungan Yodiumnya Kurang

Garam yang kandungan yodiumnya tidak memenuhi ketentuan ini ditemukan dalam pemeriksaan sampel yang dilakukan Kantor BPOM di HSU, Jumat (16/8/2019).

Kali ini di Wilayah HSU, BPOM Temukan Lagi Garam yang Kandungan Yodiumnya Kurang
BPOM HSU
Pengambilan sampel garam di pasar amuntai 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Setelah menemukan yodium yang tak penuhi standar pada sampel garam di Balangan dan tidak adanya yodium pada sampel garam di Tabalong, kali ini giliran sampel garam di HSU yang yodiumnya tak penuhi standar.

Garam yang kandungan yodiumnya tidak memenuhi ketentuan ini ditemukan dalam pemeriksaan sampel yang dilakukan Kantor BPOM di HSU, Jumat (16/8/2019).

Pemeriksaan dilakukan dalam Operasi Terpadu Pangan Fortifikasi Garam Beryodium dalam Upaya Mendukung Penurunan Stunting.

Menggunakan mobil Laboratorium keliling kegiatan dilakukan bersama dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten HSU.

Baca: Benarkah Terapi Warna Dapat Turunkan Demam? Dokter Malah Bilang ini

Baca: Angry Birds 2 Tayang Hari Ini di Bioskop Indonesia, Begini Sinopsisnya

Baca: Tak Ada Mulan Jameela, Ahmad Dhani Rangkul Mesra Maia Estianty di Kenangan Dewa 19

Baca: Arloji dan Mobil James Bond 007 di Film Dr No Ditawarkan di Lelang, Segini Harganya

Sebagaimana pelaksanaan yang sudah dilakukan di Balangan dan Tabalong, tim juga menyasar para pedagang yang menjual garam kemasan untuk rumahtangga.

Di HSU, tim mengambil sampel garam dari beberapa pedagang yang sehari-harinya berjualan di Pasar Amuntai.

Kepala Kantor BPOM di HSU, Bambang Hery Purwanto, menyampaikan, kali ini pihaknya melakukan pengambilan garam di Pasar Amuntai sebanyak 10 sampel dari enam merk.

"Sampel itu kemudian kita periksa dengan Uji Test Kit Yodium," kata Bambang.

Dari pengujian cepat ini didapatkan hasil dari 10 sampel ada tujuh sampel yang diketahui memenuhi ketentuan untuk ukuran kandungan yodiumnya.

"Yaaitu kandungan yodium lebih dari 30 ppm," jelasnya.

Sedangkan tiga sampel garam lainnya yang merupakan dari satu merek yang sama hasinya menunjukan tidak memenuhi ketentuan karena kandungan yodiumnya kurang dari 30 ppm.

Seperti halnya temuan di Balangan dan Tabalong, maka terkait temuan ini Kantor BPOM di HSU, Dinas Kesehatan serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan HSU akan memberikan peringatan dan pembinaan terhadap perusahaan industri garam beryodium yang tidak memenuhi ketentuan.

(banjarmasinpost.co.id/dony usman)

Penulis: Dony Usman
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved