Berita Kabupaten Banjar

Sungai Tabuk Kabupaten Banjar Siaga Karhutla, Apel Siaga Melibatkan Semua Unsur

Kesiapsiagaan terhadap kebakaran hutan dan lahan juga ditingkatkan di Polsek Sungaitabuk, Kabupaten Banjar mengingat kawasan tersebut merupakan lahan

Sungai Tabuk Kabupaten Banjar Siaga Karhutla, Apel Siaga Melibatkan Semua Unsur
Polsek Sungai Tabuk
Apel gabungan di halaman Mapolsek Sungai Tabut dalam rangka kesiapsiagaan penanggulangan bencana Karhutla di wilayah Sungai Tabuk Kabupaten Banjar. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Kesiapsiagaan terhadap kebakaran hutan dan lahan juga ditingkatkan di Polsek Sungaitabuk, Kabupaten Banjar mengingat kawasan tersebut merupakan lahan gambut.

Sudah digelar apel gabungan di halaman Mapolsek Sungai Tabut dalam rangka kesiapsiagaan penanggulangan bencana Karhutla di wilayah Sungai Tabuk Kabupaten Banjar.

Karhutla merupakan masalah serius, apel gabungan pun melibatkan semua unsur. Selain jajaran Polsek Sungai Tabuk, juga Camat Sungai Tabuk, Danramil beserta jajaran Sungai Tabuk, Sekcam Sungai Tabuk, gabungan BPK Kecamatan Sungai Tabuk, Radio amatir (RAPI), perwakilan dari PDAM Sungai Tabuk.

Kapolsek Sungai Tabuk, Iptu Siswnadi menekankan kepada peserta apel agar bersama-sama mensosialisasikan kepada masyarakat jangan membakar lahan, hutan dan persawahan. Dengan melibatkan semua elemen, setidaknya bisa menjaga lingkungan sekitar tempat tinggalnya agar jangan sampai ada kebakaran hutan dan lahan.

Baca: INGAT! Besok, Kendaraan Tempur TNI - Polri Ramaikan Kirab Merah Putih di 0 Kilometer Banjarmasin

Baca: Tawa Raffi Ahmad Dengar Jawaban Barbie Kumalasari Buat Geger Studio, Istri Galih Banggakan ini

Baca: TEREKAM HP, Diduga Ini Sosok Pengunjuk Rasa yang Lempar Bensin ke Tubuh Polisi hingga Terbakar

"Bila ada titik api di lapangan, bersama-sama stakeholder utamanya di Kecamatan Sungai Tabuk, termasuk BPK dan masyarakat peduli api untuk mengatasinya," katanya, Jumat (16/8).

Melalui apel gabungan tersebut juga untuk menjalin koordinasi antara Polsek dan BPK di wilayah hukum Sungai Tabuk dalam rangka penanganan bencana karhutla. Menyamakan persepsi dan cara bertindak bilamana terjadi pembakaran hutan dan hahan di Sungai Tabuk, sekaligus sosialisasi tentang larangan membuka lahan dengan cara membakar lahan dan hutan.

Siswadi pun mengajak bersama-sama untuk meningkatkan patroli di daerah rawan kebakaran. Terlebih lagi dalam waktu dekat akan musim panen dan di Sungai Tabuk terbentang luas areal pertanian, pihaknya menghimbau untuk tidak membakar jerami yang ada, karena selain menimbulkan kabut asap, juga mengganggu saluran pernapasan atau ISPA.

Seusai apel di Mapolsek Sungai Tabuk itu, juga dilakukan pengecekan sarana dan prasarana penanggulangan karhutla. Diantaranya, kendaraan roda empat BPK ada empat unit, kendaraan roda dua patroli Polsek Sungai Tabuk ada tujuh unit, alat komunikasi ada empat unit, alat solo untuk pemadaman ada satu unit, gepyok ada enam dan tandon air ada satu buah.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana Pusat, Staf Ahli Mayjend TNI (Purn) Amrin didampingi Kolonel Inf Fajar Cahyono LO diterima Dansub Satgas- 6 Kodim Martapura, Letkol Arm Siswo Budiarto meninjau posko kebakaran hutan dan lahan pada Kamis (15/8) siang.

Kunjungan Tim BNPB Pusat tersebut langsung ke Posko Siaga Karhutla Tim-7 di Koramil 1006-12/ Liang Anggang adalah untuk melakukan pengecekan secara langsung terhadap kondisi personel dan tanggung jawab Satgas Karhutla, serta meninjau lokasi lahan gambut yang terbakar. Saat peninjauan, didapati lahan gambut yang terbakar dekat RSJ Sambang LihuM.

Mayjen TNI ( Purn) Amrin dihadapan personel Satgas Karhutla menuturkan bahwa fakta dilapangkan dirinya melihat sendiri lahan rawa gambut kedalaman dua meter terbakar meski sudah lebih 20 kali di bom water, kepulan asap keluar tidak berhenti, beruntung Satgas Karhutla TNI , BPBD, masyarakat peduli api dan kepolisian sigap membantu dengan menggunakan alat pompa air sehingga asap berangsur mereda.

Amrin meminta dan berharap kepada Dansub satgas-6 Kodim Martapura, pembakaran lahan gambut seperti ini tidak lagi dilakukan. Sebab, bisa saja api baru padam saat musim hujan nanti.

"Jangan bakar, kalau bakar, itu tidak bisa dipadamkan, dan akan padam itu pada musim hujan. Berapa pun helikopter yang dikerahkan tetap tak maksimal, himbau dan ingatkan kepada masyarakat larangan membakar lahan, bahkan kalau perlu beri tindakan dan sanksi siapa saja sengaja membakar serta pasang garis polisi di area yang terbakar dan laporkan," tegasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved