Berita Tapin

Bupati HM Arifin Arpan Beri Penghargaan Kapolsek Candi Laras Utara karena ini

Bupati Tapin memberikan penghargaan kepada Kapolsek Candi Laras Utara (CLU), Ipda Indra Wahyu Wibowo.

Bupati HM Arifin Arpan Beri Penghargaan Kapolsek Candi Laras Utara karena ini
istimewa
Kapolsek CLU, Ipda Indra Wahyu Wibowo menerima penghargaan Bupati Tapin karena inovasinya terhadap warga di Candi Laras Utara (CLU), Sabtu (17/8/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Bupati Tapin HM Arifin Arpan memberi penghargaan bagi anggota Polres Tapin dan anggota Kodim 1010 Rantau yang berinovasi turut membangun Kabupaten Tapin dalam berbagai bidang.

Penghargaan diserahkan saat acara ramah tamah seusai pelaksanaan upacara peringatan HUT ke 74 Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di halaman Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapin, Sabtu (17/8/2019).

Dari sejumlah anggota Polres Tapin yang menerima penghargaan Bupati Tapin, diantara Kapolsek Candi Laras Utara (CLU), Ipda Indra Wahyu Wibowo.

Ipda Indra Wahyu Wibowo menerima penghargaan Bupati Tapin HM Arifin Arpan karena berprestasi mempunyai inovasi untuk meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kabupaten Tapin.

Baca: Menteri Jonan Pimpin Upacara HUT RI di Area Freeport Tembaga Pura, Bupati Timika Marah Karena Ini

Baca: LINK Live Streaming Bein Sports 1 Celta vs Real Madrid Liga Spanyol, Live Beinsports 1 Malam Ini

Baca: LIVE MOLA TV - Cara Live Streaming Southampton vs Liverpool Liga Inggris 2019, Siaran Langsung TVRI

Di Kecamatan Candi Laras Utara, Ipda Indra Wahyu Wibowo merupakan inisiator Program Gerakan Pindah Jamban dari Sungai Ke Darat.

Usai menerima penghargaan dari Bupati Tapin HM Arifin Arpan, Ipda Indra Wahyu Wibowo mengaku bersemangat dan berencana membangun lagi jamban darat di desa lainnya dengan target sasaran Desa Sungai Puting dan Desa Sungai Salai Hulu.

Menurutnya jamban umum yang telah dibangun di Desa Sungai Salai Hilir merupakan cikal bakal pembangunan yang ada di darat dan sebagai daya tarik masyarakat sekitar untuk dapat membuat jamban serupa dengan kesadaran sendiri.

Baca: Diserang Orang Tak Dikenal Pakai Celurit, Anggota Polisi Polsek Wonokromo Aiptu Sumartono Terluka

Baca: Kronologi KKB Papua Pimpinan Egianus Kogoya Adang dan Tembak Dua Anggota TNI di Jayawijaya

"Jamban di darat lebih layak, sehat dan praktis karena jauh dari kesan kumuh dan jorok. Tidak mudah mengubah mindset masyarakat yang sudah terbiasa MCK diatas sungai. Perlu kesabaran dan pengetahuan untuk masyarakat memindahkan MCK dari sungai ke darat," katanya. (banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved