Berita Banjarmasin

KUA dan PPAS Kalsel Tahun 2020 Disepakati, Anggaran Belanja Daerah Meningkat 10 Persen

Anggaran belanja daerah dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah

KUA dan PPAS Kalsel Tahun 2020 Disepakati, Anggaran Belanja Daerah Meningkat 10 Persen
Banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Penandatangan Kesepakatan KUA dan PPAS TA 2020. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Anggaran belanja daerah dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni Tahun 2020 dianggarkan naik Rp 7.287.906.643.572.

Jumlah tersebut naik 10 persen atau lebih tepatnya sebesar Rp 662,667.972.025 dibanding anggaran belanja daerah pada APBD murni Tahun Anggaran (TA) 2019 sebesar Rp 6.560.188.671.547.

Kedua komponen dalam anggaran belanja daerah yaitu belanja langsung dan belanja tidak langsung sama-sama dianggarkan meningkat.

Komponen belanja tidak langsung pada Rancangan KUA dan PPAS TA 2020 alami kenaikan cukup besar yaitu 17,61 persen lebih tepatnya Rp 614.965.994.547 menjadi Rp 4.106.544.934.440.

Baca: BERLANGSUNG Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74

Baca: Pegawai BUMN se Kalsel Ikuti Apel Peringatan HUT ke 74 RI, Juga Kucurkan Daan BL Rp 725.000.000

Baca: Tak Dinafkahi & Selalu Cekcok Masalah Uang, Istri Ini Nekat Siram Bensin ke Suami Lalu Membakarnya

Sebelumnya pada APBD murni TA 2019 komponen ini dianggarkan sebesar Rp 3.491.578.939.893.

Pada komponen belanja langsung, dianggarkan meningkat sebesar 1,52 persen atau sebesar Rp 47.701.977.478 menjadi Rp 3,181,361,709.132 dibanding anggaran belanja tidak langsung pada APBD murni TA 2019 sebesar Rp 3.133.659.731.654.

Dengan demikian, komponen belanja tidak langsung pada Rancangan KUA dan PPAS TA 2020 masih dominan sebesar 56,35 persen dari seluruh anggaran belanja dan sisanya, 43,65 persen.

Sedangkan anggaran pendapatan daerah dalam Rancangan KUA dan Rancangan PPAS TA 2020 diprediksi sebesar Rp 6.937.906.643.572.

Jumlah ini bertambah sebesar Rp 377.717.972.025 atau naik 5,76 persen dibanding APBD murni TA 2019 diluar Dana Alokasi Khusus (DAK) yang dianggarkan yaitu sebesar Rp 6.560.188.671.547.

Melihat kepada Pendapatan dan Belanja tersebut di atas, maka terdapat selisih kurang sebesar Rp 350.000.000.000.

Dijelaskan Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda), Aminudin Latif, selisih kurang defisit Rp 350.000.000.000 tersebut akan ditutup dengan penerimaan pembiayaan.

Dimana penerimaan pembiayaan daerah sebesar Rp 350.000.000.000 terdapat selisih lebih sebesar Rp 285.000.000.000 atau naik 207,69 persen dari APBD Murni TA 2019 yang ditetapkan sebesar Rp 65.000.000.000

"Selisih kurang defisit Rp 350.000.000.000 itu akan ditutup dengan penerimaan pembiayaan, termasuk belum masuknya komponen DAK nunggu Perpresnya," kata Aminudin.

Rancangan KUA dan PPAS TA 2020 tersebut juga sudah disepakati oleh Pemerintah Provinsi Kalsel dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalsel.

Hal ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan yang dilakukan oleh Wakil Gubernur Kalsel, H Rudy Resnawan dan Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalsel, H Muhaimin di Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Kalsel Selasa (13/8/2019). (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved