Ibu Kota RI Pindah ke Kalimantan

Memimpin Pembacaan Doa Usai Sidang MPR, Anggota DPR Asal Kaltim Harapkan ini

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) asal Kalimantan Timur, Muhammad Idris, memimpin pembacaan doa untuk mengakhiri sidang Majelis Permusyawaratan

Memimpin Pembacaan Doa Usai Sidang MPR, Anggota DPR Asal Kaltim Harapkan ini
BPost Cetak
BPost edisi cetak sabtu (17/8/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) asal Kalimantan Timur, Muhammad Idris, memimpin pembacaan doa untuk mengakhiri sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Jumat (16/8).

Dalam doanya, Idris berharap ibu kota negara pindah ke Kaltim.

Ini setelah Presiden Joko Widodo dalam pidatonya meminta izin di hadapan anggota MPR untuk memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan.

Baca: Presiden Jokowi Hanya Meninjau Kalteng dan Kaltim, Gubernur Kalsel: Its Ok, Tidak Ada Masalah

Baca: Rona Bahagia Roger Danuarta dan Cut Meyriska Jalani Siraman Hingga Pengajian Jelang Pernikahan

Baca: Mengaku Perawatan 4 Miliar Barbie Kumalasari Tak Berkutik Saat Barang Istri Galih ini Disorot

"Maka mohon ya Rabb bulatkan tekad para pemimpin kami, para pejabat kami, lembaga tinggi negara, para alim ulama, para cendekiawan, para cerdik pandai, masyarakat, khususnya untuk menjadikan Provinsi Kalimantan Timur sebagai Ibu Kota Negara Kesatuan Republik Indonesia," ucapnya.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Oesman Sapta Odang, yang berasal dari Kalimantan Barat, mendukung penuh upaya pemerintah memindahkan ibu kota negara ke Kalimantan.

Menurut Oesman, pembangunan di Indonesia tidak boleh hanya terpusat di Pulau Jawa.

Pemindahan ibu kota menjadi solusi dalam menghilangkan kesenjangan.

"Kami mendukung rencana pemerintah untuk segera merealisasikan pemindahan ibu kota negara ke Pulau Kalimantan," kata Ketua Umum Partai Hanura itu.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved