Berita Kabupaten Banjar

Petani Jeruk Kabupaten Banjar Ini Bingung Ada Koloni Semut di Pertanian Mereka

Serangan hama penyakit pada musim kemarau pada tanaman jeruk (citrus) menjadi persoalan tersendiri bagi petani. Termasuk petani di Desa Sungaialat

Petani Jeruk Kabupaten Banjar Ini Bingung Ada Koloni Semut di Pertanian Mereka
Nove Arisandi untuk banjarmasinpost.co.id
Petani Sungaialat antusias mengikuti pelatihan pengendalian OPT di desa setempat, tiga hari lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Serangan hama penyakit pada musim kemarau pada tanaman jeruk (citrus) menjadi persoalan tersendiri bagi petani. Termasuk petani di Desa Sungaialat, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Karena itu ketika Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Banjar menggelar Pelatihan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Jeruk di desa setempat, tiga hari lalu, mereka antusias bertanya.

Mereka tak cuma menanyakan cara mengatasi OPT utama jeruk yakni diplodia. Lebih dari itu pertanyaan mereka berkembang hingga pada keberadaan semut yang selama ini juga kerap berkoloni di tanaman jeruk di Sungaialat.

Beberapa petani setempat mengatakan serangan semut juga tak bisa dianggap remeh. Pasalnya, meski tak merusak buah atau fisik tanaman jeruk, tapi binatang itu bersarang dan menggunaka daun jeruk untuk sarang.

Baca: BREAKING NEWS - Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan Bangunan Sekolah di Kecamatan Kurau Tanahlaut

Baca: CERITA di Balik Nobar Pidato Jokowi, Gubernur Kalsel Kecelik saat Lokasi Ibu Kota Tak Disebut

Baca: Isi Hati Anang Hermansyah Tentang Syahrini dan Ashanty Saat Dihipnotis Uya Kuya

"Daun jeruk jadi tergulung karenanya. Meski tidak berumah, banyak juga daun yang akhirnya tergulung. Itu yang kemarin juga kami tanyakan pada orang dinas (TPH)," sebut Amat, warga Sungaialat, Sabtu (17/08/2019).

Ia menuturkan lumayan sulit mengendalikan semut tersebut. Pasalnya jika memyemprotnya menggunakan insektisida khawatir menyebabkan terganggunya pertumbuhan tanaman jeruk.

"Tapi kemarin itu kami sudah dapat ilmu baru dari orang dinas. Ternyata penyebabnya adalah kutu putih. Jadi, ini dulu yang harus diatasi," tandasnya.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Nurul Chatimah mengatakan pihaknya senang karena para petani sangat antusias mengikuti pelatihan pengendalian OPT tersebut.

Lumayan banyak yang aktif bertanya. Pertanyaan petani bervariasi, tak hanya seputar penyakit diplodia. Lantaran penjelasan Koordinator POPT Syaiful Bakhri dan petugas lainnya sudah cukup jelas, pertanyaan berkembang seperti bertanya tentang semut yang banyak menyerang tanaman jeruk.

"Kemarin itu petani yang paling aktif yaitu M Noor. Ya, termasuk menanyakan perihal serangan semut pada jeruk. Berkat keaktifannya, ia dapat hadiah berupa kaus dari Mantri Tani M Mahardiansyah," sebut Nurul.

Dikatakannya, ada juga tanya jawab dari Mantri Tani mengenai cara pembuatan pestisida alami yang sebelumnya telah dijelaskan. Sesi ini juga mendapat respons tinggi dari petani.

Nurul menuturkan kegiatan pelatihan pengendaian OPT bertujuan sebagai ajang silahturahmi dan tanya jawab antara petugas pertanian dan kelompok tani binaan. "Jadi SDM petani meningkat dan petani mau dan mampu mengendalikan OPT secara mandiri," tandasnya.

Mengenai datangnya semut di tanaman jeruk, Syaiful Bakhri menerangkan hal itu disebabkan adanya kutu putih yang mengeluarkan madu. Lantaran ada benda manis, semut pun berdatangan.

"Nah, jadi keberadaan kutu putih itu yang kemudian menarik semut datang. Jadi yang perlu dibasmi adalah kutu putihnya," jelas Syaiful.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved