Ekonomi dan Bisnis

Tekan Defisit Anggaran Tahun 2020, Pemerintah Bakal Terbitkan SBN Senilai Rp 389,3 Triliun

Dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2020, pemerintah berencana menerbitkan Surat Berharga Negara ( SBN) senilai

Tekan Defisit Anggaran Tahun 2020, Pemerintah Bakal Terbitkan SBN Senilai Rp 389,3 Triliun
KOMPAS.com/DESY KRISTI YANTI
Mentri Keuangan , Sri Mulyani Indrawati 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2020, pemerintah berencana menerbitkan Surat Berharga Negara ( SBN) senilai Rp 389, 3 triliun.

"Penerbitan SBN merupakan salah satu strategi pemerintah dalam menekan pembiayaan anggaran yang membuat anggaran defisit di tahun 2020," ungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Jumat (16/8/3019).

Untuk waktunya, pemerintah bakal membuka peluang untuk menerbitkannya di semester II 2019 atau yang biasanya disebut dengan front loading (penerbitan di awal).

"Kita akan lihat kesempatan di semester II 2019 untuk front loading. Besaran SBN sendiri tumbuh 2 persen dibanding tahun ini," ucap Sri Mulyani.

Baca: RESMI Bank Indonesia Luncurkan QR Code Berstandar Indonesia, Ini Tujuannya

Baca: DAFTAR LENGKAP, Inilah 45 Universitas Negeri dan Swasta Terbaik menurut Kemenristekdikti

Baca: Bagas dan Bagus, Pemain Kembar Timnas U-18 Indonesia, Letak Perbedaan Keduanya Ternyata di Sini

Seperti diketahui, penerbitan SBN merupakan salah satu cara untuk menutup defisit anggaran tahun 2020, yang biasanya anggaran tersebut digunakan untuk membiayai utang, investasi minus, pemberian pinjaman, kewajiban pinjaman minus, dan pembiayan lainnya.

Adapun pembiayaan utang tahun 2020 sebesar Rp 351,9 triliun, investasi minus sebesar Rp 74,2 triliun, pemberian pinjaman sebesar Rp 5,2 triliun, kewajiban pinjaman minus sebesar Rp 600 miliar. Sementara pembiayaan lain-lain sebesar Rp 25 triliun.

Terkait target, defisit tahun 2020 ditargetkan akan sebesar 1,76 persen dari PDB atau sekitar Rp 307,2 triliun.

"Tapi target defisit tahun 2020 memang lebih rendah dibanding outlook tahun 2019. Tahun 2019 sebesar Rp 310,8 triliun," ungkap Sri Mulyani.

Hai Guys! Berita ini ada juga di KOMPAS.com

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved