Keluarga

Begini Cara Mengetahui Bakat Anak, Ingat Bakat Tidak Dapat Dipaksakan

BAKAT adalah kemampuan yang dimiliki oleh setiap orang yang sifatnya melekat pada diri orang tersebut, biasanya dibawa sejak lahir atau sejak dini.

Begini Cara Mengetahui Bakat Anak, Ingat Bakat Tidak Dapat Dipaksakan
BPost Cetak
Mom n Kids Bpost edisi cetak Minggu (18/8/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - BAKAT adalah kemampuan yang dimiliki oleh setiap orang yang sifatnya melekat pada diri orang tersebut, biasanya dibawa sejak lahir atau sejak dini.

Dapat dilihat ketika anak mampu melakukan sesuatu dengan hasil maksimal meski terkadang upaya yang dilakukan belum optimal.

Setiap orang memiliki bakat masing-masing, misalnya ada orang atau anak mempelajari menari atau bermain musik, bisa dengan mudah memahami dan melakukannya dengan baik dibandingkan dengan anak yang belajar dalam waktu sangat lama baru bisa melakukan dengan baik karena konsistensi belajar dalam waktu yang relatif panjang.

Cara mengetahui bakat, memperkenalkan anak dengan berbagai macam hal, misalnya, menari, bermain musik, baca puisi, berhitung, menggambar, berpantomim dan lainnya.

Baca: Saat Kecil Dhika Pemalu, Begini Cara sang Ibu Menempanya Menjadi Anak yang Percaya Diri

Baca: Selalu Ingin Belajar Hal Baru, Dhika Sering Mengikuti Berbagai Lomba dan Tampil di Panggung

Baca: Penyuka Matematika dan Sastrawan Termuda yang Karyanya Masuk dalam Antologi Puisi Bahasa Banjar

Baca: Ikuti Jejak Song Joong Ki dan Song Hye Kyo, Goo Hye Sun dan Ahn Jae Sun Dikabarkan Akan Bercerai

Baca: Terapi Pemutihan Alat Kelamin Ngetrend di Thailand, Ternyata Ada Risikonya

Agar dapat mengetahui mana anak yang dapat melakukannya dengan baik dan bila diulang ia akan memperoleh hasil sama baiknya.

Bakat prinsipnya adalah sifat bawaan yang sudah diperoleh sejak lahir atau sejak dini.

Bila anak yang tadinya menyukai dan mampu melakukannya dengan baik terhadap sesuatu hal, tiba-tiba berubah atau beralih ke hal lainnya, itu disebut dengan minat.

Jadi yang berubah itu adalah minatnya bukan bakatnya.

Contoh anak ketika diajarkan berhitung matematis, dia mudah sekali memahami dan bisa melakukannya dengan benar secara terus menerus, meski diberikan soal yang beragam.

Berbeda dengan anak-anak pada umumnya yang harus diajarkan terus-menerus baru dia paham dan bisa melakukan dengan baik.

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved