Tribun Smart

Di Tangan Wanita ini Cake Kenari Jadul Berubah Menjadi Cake Kekinian dengan Aneka Rasa

Cake yang pada bagian atasnya (topping) ditaburi dengan potongan atau irisan dari kacang kenari ini bisa dibilang cake jadul

Di Tangan Wanita ini Cake Kenari Jadul Berubah Menjadi Cake Kekinian dengan Aneka Rasa
BPost Cetak
Tribun Smart edisi cetak Minggu (18/8/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - KULINER merupakan sebuah usaha yang bisa mendatangkan hasil yang menjanjikan.

Apalagi jika si pelaku usaha adalah orang yang memiliki hobi memasak atau mengolah makanan tersebut.

Menyebut nama cake kenari, tentunya sudah tidaklah asing di telinga khususnya lagi mereka para penggemar kue, tak terkecuali yang ada di Banua.

Cake yang pada bagian atasnya (topping) ditaburi dengan potongan atau irisan dari kacang kenari ini bisa dibilang cake jadul namun masih sangat diminati.

Apalagi sekarang cake kenari ini bisa dibuat dengan beragam varian rasa, sehingga meskipun jadul namun cake ini rasanya menjadi lebih kekinian.

Baca: Lihat Sosok Peneror Ruben Onsu Tersadar Ucapan Pemburu Hantu, Ingatan Sahabat Ayu Ting Ting

Baca: Lawan Fans Barbie Kumalasari, Fairuz Siap Basmi Fans Istri Galih Ginanjar?

Baca: Masalalu Merry Asisten Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Pernah Terjerumus Bak Wanita Hingga Insyaf

Hal ini pula yang dilakukan oleh perempuan bernama Helen ini, yang lebih dari satu tahun terakhir ini mengembangkan cake kenari dengan mengusung nama Cake Kenari Original.

Selain memproduksi cake kenari rasa original, Helen juga membuat varian rasa lainnya, yakni pandan, chocomalt dan juga blueberry sehingga menjadi lebih kekinian.

"Walaupun jadul, tapi cake kenari ini rasanya sudah kekinian. Dan saya buat beberapa rasa, agar pelanggan tidak bosan dan menjadi lebih banyak pilihan. Meskipun sebenarnya yang menjadi favorit masih yang rasa original," ujar Helen.

Helen mendapatkan resep cake kenari ini secara turun temurun di keluarganya, namun kemudian juga dikreasikan lagi oleh adiknya.

Setelah mencoba kue hasil kreasi adiknya tersebut, jiwa bisnis Helen pun langsung terpacu menjadikannya sebuah bisnis untuk dikembangkan.

Helen pun langsung mencoba mempoduksinya sendiri dibantu dengan adik-adiknya, kemudian menjualnya baik secara online maupun juga di rumahnya di Jalan Veteran Banjarmasin.

"Saya ini hobinya marketing, makanya kemudian mencoba memasarkannya. Awalnya hanya buat sekitar enam potong, tapi ternyata banyak yang suka dan terus bertambah banyak pembelinya. Sekarang rata-rata sehari memproduksi sekitar 40 sampai 60 pieces, dan pernah dalam sehari bisa sampai 100 pieces," papar Helen.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved