Berita Kabupaten Banjar

Distribusi LPJ 3 Kg Tersendat, Warga Pekauman Kabupaten Banjar Ini Beri Batas Waktu Hingga Besok

Rumah Kepala Desa Pekauman Dalam Kecamatan Martapura Timur Kabupaten Banjar mendadak ramai, Sabtu (17/8) malam. Warga mempertanyakan jumlah pembagian

Distribusi LPJ 3 Kg Tersendat, Warga Pekauman Kabupaten Banjar Ini Beri Batas Waktu Hingga Besok
Istimewa
Rumah Kepala Desa Pekauman Dalam Kecamatan Martapura Timur Kabupaten Banjar mendadak ramai, Sabtu (17/8) malam 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Rumah Kepala Desa Pekauman Dalam Kecamatan Martapura Timur Kabupaten Banjar mendadak ramai, Sabtu (17/8) malam. Warga mempertanyakan jumlah pembagian tabung gas elpiji kepala Kepala Desa Pekauman Dalam, Abdul Qadir Jailani.

Puluhan warga Desa Pekauman Dalam, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, berkumpul di rumah Kepala Desa Pekauman Dalam tesebut. Info didapat, warga mendatangi rumahnya dikarenakan sebelumnya Pambakal yang akrab disapa Agus itu menjanjikan kepada warganya akan membagikan isi tabung gas LPJ 3 Kilogram, namun belum terealisasi.

“Tidak ada maksud apa-apa, cuma meminta kepastian kapan gas yang sebelumnya tabung kosong yang dikumpul kepada Pembakal, kami susah memasak di rumah untuk keluarga kami,” kata warga Desa Pekauman Dalam, Bahrudin.

Bahruddin berharap, tabung gas 3 Kg yang merupakan milik warga, bisa dikembalikan secepatnya dan memberi batas waktu kepada Pembakal Desa Pekauman Dalam paling lambat pada besok hari, Senin (19/8).

Baca: KABAR DUKA dari Hotman Paris, Kakak Ipar Pengacara Fairuz A Rafiq Itu Meninggal Dunia

Baca: Sumur Kering dan Air Sungai Asin, Warga Kurau Utara Membeli untuk Air Minum dan Manfaatkan ini

Baca: Video Ramainya Rumah Merry Asisten Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Tersebar, Benar Menikah?

Dia juga mengatakan, dirinya tidak mau tahu alasan Pambakal, terpenting ada gas LPJ 3 Kg untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bahrudin bersama warga lainnya juga meminta Pambakal bertanggungjawab untuk mengembalikan tabung gas kosong yang sudah diserahkan warganya.

Kepala Desa Pekauman Dalam, Abdul Qadir Jailani mengatakan, sebelumnya sudah bertemu dengan seseorang yang mengaku sebagai Pekerja Sosial Masyarakat bernama Hasan Safawi yang beralamat di Cempaka, Banjarbaru dan mengaku menawarkan bantuan tabung gas 3 Kg dari program salah satu perusahaan batu bara.

Dirinya mengaku teledor, karena begitu cepat yakin dan percaya, dengan program dan orang yang baru dikenalnya tersebut. Persisnya sekitar dua minggu lalu, Agus langsung mengumumkan kepada warga dan berhasil mengumpulkan sebanyak 377 tabung gas 3 Kg milik warga.

Gas yang dijanjikan dengan harga Rp 15.000 per tabung ini sebelumnya berjalan dengan lancar, sehari setelah tabung gas kosong diserahkan. Namun ternyata, untuk selanjutnya kembali menginginkan gas LPJ 3 Kg dengan harga yang sama, sebanyak 222 tabung ternyata belum ada pengembalian tabung gas beserta isinya tersebut.

“Hingga sekarang masih belum diserahkan kepada warga sebanyak 222 tabung dengan rincian yang sudah disetorkan pada tahap awal kepada warga sebanyak 110 tabung 3 Kg beserta isinya, disusul pengembalian 39 tabung kosong,” ungkapnya.

Dirinya pun tidak tinggal diam dan melakukan penelusuran penyebab tersendatnya distribusi gas LPJ 3 Kg beserta isinya tersebut. Ternyata, Hasan Safawi sedang terbelit kasus utang piutang, sehingga ada dugaan menggunakan uang untuk gas yang sebelumnya disetorkan tidak dapat dikembalikan kepada warga dalam waktu yang singkat.

“Kami pun sebenarnya juga merasa tertipu dengan orang ini, hingga sekarang tidak ada kejelasan dan orang itu saat dihubungi bertele-tele kadang juga tidak jelas keberadaannya dimana,” jelasnya.

Dirinya berharap warga bisa bersabar menunggu kejelasan mengenai tabung gas LPJ 3 Kg.

Akhirnya, setelah melakukan penelusuran dan ada kesepakatan antara kepala desa dengan penyedia tabung tersebut, penyedia menjanjikan tanggal 24 Agustus 2019 seluruh tabung gas milik warga akan dikembalikan sepenuhnya. Apabila tidak terpenuhi maka penyedia bersedia dan berjanji diproses hukum.

“Jadi kami tunggu saja, anggap saja ini musibah yang tidak dikehendaki,” pungkasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved