BPost Cetak

Poliban Raih Peringkat 21, ULM Turun dari 55 Menjadi 82

Universitas Lambung Mangkurat hanya menduduki urutan ke-82 dalam daftar peringkat 100 perguruan tinggi

Poliban Raih Peringkat 21, ULM Turun dari 55 Menjadi 82
BPost Cetak
Banjarmasinpost Edisi Minggu (18/8/2019) 

Informasi dari Wakil Rektor I Bidang Akademik Aminuddin Prahatama Putra, Sutarto sedang ke luar kota.

“Sebaiknya rektor saja yang menanggapi,” kata dia. Demikian pula dengan pimpinan Poliban.

Sedang Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XI Profesor Udiansyah, saat dikonfirmasi, tidak menampik tak ada satu pun PTS di Kalsel bahkan Kalimantan yang masuk daftar tersebut.

“ULM masuk, Untan (Universitas Tanjungpura) masuk, Unmul (Universitas Mulawarman) masuk. Swasta belum ada memang. Untuk akreditasi Program Studi A saja, PTS baru ada satu, tanggal 8 Agustus 2019, yaitu Program Studi Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Palangkaraya,” terangnya.

Udiansyah menilai pemeringkatan Kemenristekdikti itu sudah adil. “Klasterisasi perguruan tinggi tersebut sangat fair. Kriteria dan indikatornya jelas,” ujarnya. Hal tersebut antara lain berkaitan dengan keberadaan dosen S3, rasio dosen dan mahasiswa.

Sedang Direktur Politeknik Negeri Tanahlaut (Politala) Mufrida Zein melalui Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan Anton Kuswoyo mengatakan pemeringkatan dan klasterisasi yang dilakukan Kemenristekdikti dapat memacu PT untuk meningkatkan kualitas. Hal ini merupakan tuntutan zaman. Penelitian juga harus ditingkatkan agar bisa dimanfaatkan masyarakat.

Baca: Driver Ojol Ini Bikin Melanie Subono Ingat Perbuatannya 23 Silam, Ternyata Lakukan Ini

Baca: Diangkat Ruben Onsu Jadi Anak Angkat, Begini Kesederhanaan Betrand Peto yang Sering Bikin Haru

Memang ini tidak mudah. PT perlu dilengkapi berbagai fasilitas seperti laboratorium. Ini tentunya tidak murah.

“Kendala utama saat ini adalah masih minimnya fasilitas riset di masing-masing kampus. Laboratorium kampus kita kalah jauh jika dibandingkan mili kampus luar negeri. Selain itu alokasi dana penelitian juga tidak sebesar di luar negeri. Kendala lain adakah masih minimnya kerja sama dengan dunia industri, sehingga kadang hasil riset tidak biasa langsung dimanfaatkan oleh industri,” katanya.

Yang perlu dilakukan adalah bagaimana meningkatkan motivasi dan peran serta dosen agar giat melakukan penelitian, rajin publikasi ilmiah pada jumlah internasional bereputasi. Dan tentunya perlu perhatian dan dukungan dari pemerintah. (kur)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved