Health

Terapi Pemutihan Alat Kelamin Ngetrend di Thailand, Ternyata Ada Risikonya

Terapi pemutihan alat kelamin pria belakangan ini tengah ngetrend di negara Thailand.

Terapi Pemutihan Alat Kelamin Ngetrend di Thailand, Ternyata Ada Risikonya
(THINKSTOCK)
Ilustrasi operasi alat kelamin pria 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Terapi pemutihan alat kelamin pria belakangan ini tengah ngetrend di negara Thailand.

Bahkan sebuah rumah sakit di negeri gajah putih itu dikabarkan telah membuka terapi untuk pemutihan alat kelamin pria ini.

Terapi pemutihan alat kelamin ini dilakukan karena banyaknya pria yang tidak percaya diri dengan apa yang dimiliki karena warna alat kelamin yang gelap.

Seperti yang dilaporkan Kompas.com, hanya dalam sebulan 100 pria telah mengunjungi Rumah Sakit Lelux di Bangkok untuk mendapatkan perubahan di alat kelamin mereka.

Baca: Bukan Mulan Jameela, Dewa 19 Kenang Ahmad Dhani dan Maia Estianty di Zaman Dulu

Baca: Bayangkan Segarnya Minuman yang Diberi Nama Malibu Passion ini, Pas Diseruput di Siang yang Terik

Baca: Helen Produksi Pia Banua Setelah Terinspirasi ini

Baca: Dibanderol dengan Harga Mulai Rp 55-Rp 190 Ribu, Pelanggan Cake Kenari Tersebar hingga Pulau Jawa

BBC melaporkan bahwa pasien terapi ini tidak hanya berasal dari Thailand saja, tetapi juga Hong Kong, Kamboja, dan Myanmar.

Dikutip dari LiveScience, Popol Tansakul selaku Manajer Marketing Lelux berkata bahwa prosedur tersebut menggunakan laser yang sama dengan perawatan kulit lainnya, yakni untuk memecahkan melanin di dalam sel kulit.

Bunthita Wattanasiri, manajer dari departemen perawatan kulit dan laser Lelux, juga berkata bahwa mereka sangat berhati-hati dalam menjalankan terapi tersebut.

“Ini menyangkut organ vital pria. Kami menggunakan laser kecil,” ujarnya.

Melansir dari Mayo Clinic, terapi ini bekerja dengan menghancurkan melanosit atau sel yang memproduksi pigmen kulit melanin tanpa merusak permukaan kulit.

Biasanya, terapi ini digunakan untuk menangani flek dan daerah kehitaman tertentu.

Halaman
12
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved