Berita Kalteng

Tidak Kapok Bakar Lahan, Polisi Tangkap Pelaku Pembakaran di Palangkaraya

Seorang pembakar lahan di Palangkaraya diamankan karena tertangkap basah tengah membakar semak belukar

Tidak Kapok Bakar Lahan, Polisi Tangkap Pelaku Pembakaran di Palangkaraya
(banjarmasinpost.co.id/faturahman)
Kabut asap dampak kebakaran lahan masih terjadi di Sampit, pagi hari bahkan Bandara H Asan Sampit tertutup kabut, meski siang harinya asap menipis dan belum mengganggu penerbangan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Upaya sosialisasi kepada masyarakat Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah agar selama musim kemarau ini tidak membakar lahan ternyata belum juga digubris oleh warga yang terbiasa membuka lahan dengan cara dibakar.

Kebiasaan warga yang membuka lahan dengan cara dibakar ini, belum juga hilang, sehingga polisi bertindak tegas terhadap para pembakar lahan tersebut, dengan menangkap dan menyegel lahan yang dibakar untuk dilakukan proses hukum agar ada efek jera.

Salah satu warga yang diamankan polisi karena kedapatan melakukan pembakaran lahan adalah PR (40). Pria ini diamankan karena tertangkap basah saat melakukan pembakaran lahan di Jalan Gurami II Kelurahan Bukit Tunggal Kecamatan Jekanraya, Palangkaraya, Sabtu (17/08/2019) kemarin.

PR pun hanya bisa pasrah saat digelandang ke Polres Palangkaraya. Kepada petugas yang mengamankannya, dia beralasan membakar lahan untuk menanam.

Baca: Jalan Sehat 5K BUMN Hadir Untuk Negeri Digeber, Begini Suasana di Siring Nol Kilometer

Baca: KalselPedia : Bank Rakyat Indonesia di Banjarmasin

Baca: Digerebek Polisi di Rumah, Residivis Ini Simpan Sabu 11,64 Gram

Baca: Masalalu Merry Asisten Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Pernah Terjerumus Bak Wanita Hingga Insyaf

"Saat ini pelaku masih kami proses sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujar Kapolres Palangkaraya, AKBP Timbul RK Siregar.

Kapolres mengatakan, pihaknya berulang kali mengingatkan kepada warga agar jangan melakukan pembakaran lahan untuk pembersihan, karena saat ini musim kemarau.

Mereka yang melakukan pembakaran lahan akan dikenakan sanksi hukum sesuai dengan yang telah diatur. Saat ini, kebakaran terjadi sporadis sehingga berdampak pada kabut asap.

Sementara itu, hingga, Minggu (18/8/2019) kebakaran lahan terus terjadi di Palangkaraya meskipun sebelumnya, tanggal 14 Agustus 2019 Kota Cantik sempat diguyur hujan lebat.

Baca: Pencari Bajakah Lirik Hutan Mentaya Seberang Sampit, Hati-hati Ini Ciri Bajakah Mengandung Racun

Baca: Hamzah Boyong 6 Karateka O2SN Nasional ke Aceh

Baca: Hujan Panas Jaga Papan Skor di Stadion Demang Lehman, Ternyata Segini Honor Arsyad Sekali Main

"Asap masih tampak hari ini, dan memunculkan bau menyengat, udara Palangkaraya masih belum sehat," ujar Nurhadi, salah satu warga.

Asap juga mengganggu pengendara di Sampit.
Asap juga mengganggu pengendara di Sampit. ((banjarmasinpost.co.id/faturahman))

Hal yang sama juga terjadi di Sampit,Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, kebakaran lahan di Kota Mentaya hingga kini masih terjadi, sehingga kabut asap pun terus menyelimuti Bumi Habaring Hurung ini dan cukup mengganggu kesehatan warga. (banjarmasinpost.co.id /faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved