Berita Banjarmasin

Wayang Gung Anak Dipentaskan Sanggar Seni Ading Bastari Barikin di Taman Budaya Kalsel

Kesenian ini dipentaskan oleh Sanggar Seni Ading Bastari Barikin dalam bentuk pergelaran Wayang Gung Anak dengan mengangkat judul Anuman Duta.

Wayang Gung Anak Dipentaskan Sanggar Seni Ading Bastari Barikin di Taman Budaya Kalsel
banjarmasinpost.co.id/frans rumbon
Sanggar Seni Ading Bastari Barikin saat pentas di gelaran Karasminan Banua Seribu Sungai 2019, Taman Budaya Kalsel, Sabtu (17/8/2019) malam. 

BAJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Salah satu kesenian khas Banjar yakni Wayang Gung mewarnai Panggung Bakhtiar Sanderta Taman Budaya Kalimantan Selatan (Kalsel, red) hari ini Sabtu (17/9/2019) malam.

Kesenian ini dipentaskan oleh Sanggar Seni Ading Bastari Barikin dalam bentuk pergelaran Wayang Gung Anak dengan mengangkat judul Anuman Duta.

Anuman Duta sendiri bercerita tentang Dewi Sinta diculik dan ditawan oleh Prabu Dasamuka, dan membuat Prabu Rama menjadi ragu karena saking lamanya tidak ada kabar berita dari Dewi Sinta.

Prabu Rama pun kemudian mengutus Anuman Pancasuna untuk menyampaikan pesan kepada Dewi Sinta di Kerajaan Alengka lewat seutas cincin.

Cerita yang dipentaskan ini diambil dari cerita pakem Ramayana Kalsel yang disajikan dalam bentuk teater klasik Wayang Gung dan yang membuat berbeda adalah dipentaskan oleh anak-anak.

Baca: Kejutan Jokowi Untuk Anggota Paskibraka, Beri Sepatu Bekasnya ke Abel dan Sepeda untuk Angga

"Memang ini pertama kalinya Wayang Gung ini dipentaskan oleh anak-anak. Dan latihan sudah dilakukan sejak awal Juli lalu," ujar Sunarno selaku Ketua Sanggar Seni Ading Bastari Barikin.

Sementara itu Kepala Taman Budaya Kalsel, Suharyanti mengaku sangat bangga dengan adanya pementasan Wayang Gung oleh anak-anak dari Sanggar Seni Ading Bastari Barikin ini.

"Tentu kota sangat bangga, anak-anak bisa mementaskan Wayang Gung ini. Dan mereka sangat menikmatinya, hal itu terbukti dari penampilannya," katanya.

Tak kalah penting Suharyanti, hal ini menunjukkan bahwa anak-anak khususnya di Barikin sangat antusias dengan kesenian daerah.

"Artinya anak-anak disana pada era milenial masih mencintai kesenian daerah dan melestarikannya. Dan ini juga karena peran seniman-seniman yang ada disana yang sudah membuat anak-anak mencintai kesenian tradisional," jelasnya.

Pementasan ini sendiri untuk menyemarakkan gelaran Karasminan Banua Seribu Sungai 2019 yang dilaksanakan oleh Taman Budaya Kalsel sejak Kamis (15/8/2019) malam.

Baca: Tak Disangka, Lelaki Diduga Simptisan ISIS Penyerang Petugas Polsek Wonokromo Berprofesi Ini

Selain Wayang Gung Anak, pada hari ketiga gelaran Karasminan Banua Seribu Sungai ini juga dimeriahkan dengan penampilan pementasan Tari Dangsanak yang dibawakan oleh Sanggar Seni Nuansa Banjarmasin, kemudian juga Sanggar Tari Bawe Paser Kaltim yang membawakan Tari Haniyung Babelian dan juga musikalisasi puisi yang dipentaskan oleh Kampoeng Seni Boedaja Universitas Lambung Mangkurat.(Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

Penulis: Frans
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved