Berita Banjarbaru

1.500 Personel BNPB Disebar ke Kalsel, Selain Pencegahan Karhutla, Juga Bertugas Melakukan ini

Sebagai upaya pencegahan, TNI dan POLRI beserta BPBD serta element masyarakat telah terdistribusi ke daerah-daerah yang dianggap rawan kebakaran hutan

1.500 Personel BNPB Disebar ke Kalsel, Selain Pencegahan Karhutla, Juga Bertugas Melakukan ini
banjarmasinpost.co.id/nurholis huda
briefing harian satgas karhutla 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Sebagai upaya pencegahan, TNI dan POLRI beserta BPBD serta element masyarakat telah terdistribusi ke daerah-daerah yang dianggap rawan kebakaran hutan dan lahan.

Bahkan BNPB melalui personel pusat juga didistribusikan ke daerah rawan karhutla di Kalsel sebanyak 1.500.

Untuk mengefektifkan, peranan mereka akan ditambah.

Selain sosialisasi dan Pencegahan, mereka juga diminta untuk menangkap pelaku pembakar atau sekaligus penegakan hukum.

Kepala BPBD Kalsel, Wahyuddin mengatakan akan lebih mengefektifkan penegakan hukum, dengan melibatkan subsatgas darat yang berjumlah 1.500 di Kalimantan selatan.

Baca: TERBONGKAR RAHASIANYA, Kenapa Dalam Sebulan Bisnis Fesyen Anak Ahok (BTP) Sudah Balik Modal

Baca: Polisi Pekalongan Perketat Penjagaan dengan Kamera Pengawas, Khawatir Penyerangan Wonokromo Terulang

Baca: Apa yang Terjadi saat Kita Menangis? Coba Perhatikan Ada Misteri Apa di Tubuh Kita

Baca: Keanehan Perut Sandra Dewi yang Kini Hamil 9 Bulan Disorot Ryana Dea, Istri Harvey Moeis Bereaksi

"Berdasarkan masukan dari salah satu direktur di BNPB, tugas personel dari pusat yang didrop di daerah ditambah yakni dengan mencari pelaku pembakar atau juga berperan pula sebagai penegak hukum sekaligus," kata dia.

Hal itu melihat di dalam petugas itu juga ada personel Polri dan TNI-nya.

"Saya kira kita dapat berbagi peran dengan pola tugas seperti satgas darat patroli, BPBD menginformasikan titik api dan memadamkan, kepolisian melakukan penyidikan, dan masyarakat sebagai intelijennya," ujarnya.

Sementara pada briefing harian satgas, mengemuka tentang masih rendahnya penegakan hukum bagi pembakar hutan dan lahan di Kalsel.

Malah dilaporkan BPBD ke satgas penegak hukum sudah ada lima terekam Drone yang sebagian besar di kawasan Banjarbaru dengan dugaan buka lahan untuk pengembangan perumahan.

Kepala Biro Hukum Setda Prov Kalsel Akhmad Fiddayen mengatakan perlu diatur perda yang memberikan sanksi administrasi bagi pemilik lahan yang membiarkan lahannya terbakar. (banjarmasinpost.co.id/lis)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved