Pertemuan Tahunan KUI

160 Perwakilan dari Universitas dan Politeknik se Indonesia Hadir di Pertemuan KUI Membahas ini

Universitas Lambung Mangkurat (ULM) jadi tuan rumah Rangkaian Pertemuan Tahunan Kantor Urusan Internasional (KUI) Tahun 2019 dimulai Senin (19/8).

160 Perwakilan dari Universitas dan Politeknik se Indonesia Hadir di Pertemuan KUI Membahas ini
BPost Cetak
Blitz edisi cetak Senin (19/8/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Universitas Lambung Mangkurat (ULM) jadi tuan rumah Rangkaian Pertemuan Tahunan Kantor Urusan Internasional (KUI) Tahun 2019 dimulai Senin (19/8).

Dibuka di Gedung Lecture Theatre Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) ULM, pertemuan tahunan KUI yang memasuki tahun ke empat ini akan dihadiri 160 peserta perwakilan dari 140 universitas dan politeknik baik negeri maupun swasta dari Sabang sampai Merauke.

Dijelaskan Ketua KUI, Arief Budiman, pertemuan tahunan yang akan digelar selama tiga hari ini akan membahas isu kerja sama internasional universitas-universitas di Indonesia melalui program-program Internasionalisasi.

ULM sendiri selain universitas lainnya di Indonesia yang berpengalaman merancang dan melaksanakan program kerjasama internasional akan menjadi pembicara dalam forum ini.

Baca: Bukan Incess! Panggilan Baru Reino Barack untuk Syahrini Terungkap, Jadi Indikasi Kehamilan?

Baca: Soal Anjloknya Peringkat PTN ULM di Kemenristekdikti Begini Kritikan dari Mahasiswa dan Alumni

Baca: Video Viral Pengibaran Bendera Merah Putih di Depan Pelaminan Pengantin Jadi Paskibra, Ini Faktanya

Baca: Dianggap Robot, Ahot BTP Ungkap Perlakuan Veronica Tan, Luruskan Masalah Puput Nastiti Devi

Tujuannya tentu untuk memberikan inspirasi bagi universitas-universitas lain untuk mencontoh atau memodifikasi program kerja sama internasional tersebut untuk diterapkan di universitasnya sendiri.

"ULM juga sudah cukup banyak melaksanakan program kerja sama internasional termasuk dengan negara-negara di Amerika, Eropa, Australia dan negara lainnya di Asia," kata Arief.

Selain itu, dalam pertemuan ini juga diharapkan akan muncul embrio kerja sama antara universitas-universitas di Indonesia untuk secara bersama membuat program kerjasama internasional.

Isu internasionalisasi universitas di Indonesia menurut Arief memang menjadi isu penting saat ini dan di waktu yang akan datang.

Pasalnya, program-program kerja sama internasional saat ini menjadi salah satu indikator yang semakin penting dalam penilaian dan pemeringkatan universitas di Indonesia.

Program kerja sama internasional dianggap berpengaruh besar pada peningkatan kualitas pendidikan, sumber daya manusia (SDM) maupun program-program yang disusun setiap universitas.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved