Berita Regional

3 ABK 'Pembajak' KM Mina Sejati di Laut Aru Bersenjatakan Parang, TNI AL Upayakan Penyelamatan

Mabes TNI AL) menyebut tiga Anak Buah Kapal (ABK) yang menjadi otak pelaku perkelahian diatas KM Mina Sejati saat ini masih berada di atas kapal.

3 ABK 'Pembajak' KM Mina Sejati di Laut Aru Bersenjatakan Parang, TNI AL Upayakan Penyelamatan
(KOMPAS.com/RAHMAT RAHMAN PATTY)
Puluhan personel gabungan dari Brimob, Polres, Bakamla, Polairud dan personel SAR Tual dikerahkan untuk membantu pembebasan 23 ABK KM Mina Sejati yang disandera di perairan Kepulauan Aru, Senin dinihari (19/8/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMBON - Markas Besar TNI Angkatan Laut ( Mabes TNI AL) menyebut tiga Anak Buah Kapal (ABK) yang menjadi otak pelaku perkelahian diatas KM Mina Sejati saat ini masih berada di atas kapal tersebut bersama 12 ABK lainnya.

Tiga ABK tersebut yakni Nurul Huda (Masinis), Ferri Dwi Lesmana dan Qersim ibnu Malik. Ketiganya saat ini masih berada di atas kapal sambil membekali diri mereka dengan senjata tajam.

“Ya mereka terduga pelaku menggunakan parang,” kata  Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama TNI Mohamad Zaenal kepada Kompas.com via telepon selulernya, Senin (19/8/2019).

Zaenal mengatakan pihak TNI AL belum bisa memaksa masuk ke dalam kapal karena dikhawatirkan akan ada korban yang kembali berjatuhan.

Markas Besar TNI Angkatan Laut mengungkapkan, insiden yang menimpa KM Mina Sejati bukan merupakan aksi pembajakan atau perompakan melainkan kejadian kriminal yang melibatkan sesama ABK di kapal tersebut.

Baca: Pembajakan Kapal Nelayan KM Mina Sejati di Laut Aru, 7 Orang ABK Tewas Akibat Perkelahian

Zaenal mengatakan, insiden yang menimpa KM Mina Sejati di perairan laut Maluku itu dilatarbelakangi oleh perkelahian antara sesama ABK.

“Perlu digarisbawahi di sini bahwa kejadian tersbeut bukan perompakan atau pembajakan,”ungkap Zaenal kepada Kompas.com lewat telepon selulernya, Senin (19/8/2019).

Untuk langkah pencegahan kata Zaenal, TNI AL saat ini masih terus melakukan upaya pendekatan dengan para ABK yang berada diatas kapal tersebut dengan terus berupaya melakukan komunikasi.

“Pendekatan yang kita lakukan sambil melakukan pengawasan untuk untuk menganalisa apa yang sebenarnya terjadi di kapal. Kita harus lebih hati-hati karena khawatirnya akan terjadi jatuh korban berikutnya,”ungkapnya.

Terkait motif di balik aksi perkelahian yang menyebabkan 7 ABK tewas tersebut, Zaenal belum bisa memberikan penjelasan secara lengkap karena pihaknya sampai saat ini masih berupaya untuk menolong para ABK di atas kapal tersebut.

Halaman
123
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved