Berita Tanahlaut

Balai KIPM Banjarmasin Gelar Kegiatan Menghadap Laut 2.0 dan Bersih-bersih Pantai Takisung

Kementrian KKP bersama Pandu Laut, dan pecinta laut Mnusantara menyelenggarakan kegiatan Menghadap Laut 2.0 serta bersih bersih pantai.

Balai KIPM Banjarmasin Gelar Kegiatan Menghadap Laut 2.0 dan Bersih-bersih Pantai Takisung
HO/Balai KIPM Banjarmasin untuk BPost
Kegiatan Menghadap Laut 2.0 dan bersih-bersih Pantai Takisung dalam rangka HUT kemerdekaan RI. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74, Kementrian Kelautan dan Perikanan bersama Pandu Laut, dan pecinta laut nusantara menyelenggarakan kegiatan Menghadap Laut 2.0 serta bersih bersih pantai.

Balai KIPM Banjarmasin sebagai salah satu bagian dari Kementrian Kelautan dan Perikanan bekerja sama dengan BPBAT Mandiangin, serta Dinas Pariwisata Kabupatwn Tanah laut melaksanakan kegiatan Menghadap Laut 2.0 dan aksi bersih bersih pantai di pantai Takisung, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

"Total sampah plastik yang berhasil dikumpulkan dari kegiatan Minggu kali ini adalah sebanyak 172,4 kg yang sebagian besar didominasi oleh gelas dan botol bekas air mineral, kantong kresek, sedotan, sachet minuman, bungkus snack, bungkus permen, dan plastik es," ucap Kepala Balai KIPM Banjarmasin Sokhib, Senin (19/8).

Jumlah ini turun lebih dari 50 persen dibandingkan tahun 2018, dimana pada kegiatan bersih pantai yang dilakukan di lokasi yang sama yaitu pantai Takisung tahun 2018, sampah yang terkumpul adalah sebanyak 442,6 kg. "Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah plastik di pantai semakin meningkat," katanya.

Baca: Peringkat PTN Anjlok ke Posisi 82, ULM Bakal Datangkan Dosen Asing

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ajang edukasi efektif bagi masyarakat pesisir terutama di Kalimantan Selatan untuk bergerak menjaga laut dan memahami akan kerugian dan bahaya membuang sampah di laut dan pantai.

Kegiatan tersebut juga serentak di 74 titik dan diikuti oleh 74.000 peserta dari seluruh Indonesia merupakan bagian dari Aksi Rencana Nasional untuk pengurangan sampah plastik yang masuk ke laut Indonesia.

Perlu diketahui, sampah di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun, dan 3,2 juta ton di antaranya merupakan sampah plastik.

Indonesia saat ini bahkan menempati peringkat kedua penyumbang sampah plastik terbesar ke lautan. Apabila tidak segera ditanggulangi, World Economic Forum memprediksi di tahun 2050 akan lebih banyak sampah plastik di laut dibandingkan ikan.

(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved