Kriminalitas Kabupaten Banjar

BREAKING NEWS - Satpol PP Kabupaten Banjar Bongkar Penjualan Tuak di Martapura, 240 Liter Disita

Personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), membongkar penjualan tuak di Desa Tunggulirang Ulu

BREAKING NEWS - Satpol PP Kabupaten Banjar Bongkar Penjualan Tuak di Martapura, 240 Liter Disita
Satpol PP Kabupaten Banjar
Personel Satpol PP Banjar menyita tuak yang disembunyikan si penjual di rumah kosong di Tunggulirang Ulu, Senin (19/8) siang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), membongkar penjualan tuak di Desa Tunggulirang Ulu, Kecamatan Martapura, Senin (19/08/2019) siang.

Lumayan banyak tuak yang dikemas dalam kantongan plastik berwarna hitam tersebut.

"Jumlah total yang disita sebanyak 240 liter. Nilai jualnya sekitar Rp 5 juta," sebut Kepala Satpol PP Banjar Muhammmad Ali Hanafiah.

Ia menyebutkan tuak tersebut terkemas dalam 24 kantong plastik. Jadi, per kantong rata-rata berisi 10 liter. Minuman yang mengandung alkohol ini milik Amin.

Namun saat personel Satpol PP Banjar mendatangi kediaman yang bersangkutan sekitar pukul 12.00 Wita, warga Tunggulirang Ulu tersebut tidak ada di tempat yang ada hanya sang istri, Trisna.

Baca: BREAKING NEWS - Atap Rumah Terbang Gara-gara Heli Water Booming, Pemilik Rumah Panik dan Hiteris

Baca: Remaja di Siak Ini Tega Bunuh Pacar dengan Cangkul dan Sempat Memperkosanya, Terungkap Ini Motifnya

Baca: Barito Putera U-20 Tundukan Singo Edan di Gajayana Malang, Skor Akhir 1-0

Karena itu, selain menyita tuak tersebut, Satpol sekaligus membawa Trisna guna dimintai keterangan. Apalagi perempuan setengah baya itu diduga turut membantu sang suami menjual tuak itu.

"Saat kami berpatroli, ada warga yang melaporkan bahwa di salah satu rumah warga ada yang memproduksi sekaligus menjual tuak," beber Ali.

Personel Satpol PP Banjar menyita tuak yang disembunyikan si penjual di rumah kosong di Tunggulirang Ulu, Senin (19/8) siang.
Personel Satpol PP Banjar menyita tuak yang disembunyikan si penjual di rumah kosong di Tunggulirang Ulu, Senin (19/8) siang. (Satpol PP Kabupaten Banjar)

Pihaknya langsung meluncur ke alamat rumah tersebut. Apalagi selama ini warga sekitar juga kurang nyaman oleh adanya aktivitas penjualan tuak tersebut.

"Namun saat kami cari-cari di rumahnya, tidak kami temukan. Ternyata tuak itu disembunyikan di rumah kosong di sekitarnya," sebut Ali.

Pejabat eselon III di Bumi Barakat ini mengatakan selanjutnya pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap Amin. "Perbuatan yang bersangkutan melanggar perda (peredaran minuman beralkohol). Ini sedang ditangani penyidik PPNS," tandasnya.

Sementara itu, Trisna mengaku hanya sebatas membantu sang suami menjual tuak tersebut. "Saya tidak tahu kalau menjual tuak itu dilarang," ucapnya.

Ia menuturkan sang suami menjual tuak tersebut baru sekitar sebulan yang lalu. Harga per liternya Rp 14 ribu. Penjualannya hanya di rumah atau cuma melayani jika ada yang datang dan ingin membeli.

Tuak itu pun, kata Trisna, bukan milik suaminya tapi milik orang lain. "Kami tidak beli tuak itu. Kami hanya menjualkan saja," tandasnya.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved