Berita Banjarmasin

Dermaga Kelotok Wisata Menara Pandang Banjarmasin Digembok, Usai: Ditutup, Istri Kami Mau Makan Apa?

Banyak cara memang yang dilakukan sejumlah motoris kelotok wisata di Taman Siring Jalan Piere Tendean Kota Banjarmasin Kalsel demi mencari

Dermaga Kelotok Wisata Menara Pandang Banjarmasin Digembok, Usai: Ditutup, Istri Kami Mau Makan Apa?
Banjarmasinpost.co.id/ahmad rizky abdul ghani
Kondisi dermaga kelotok wisata Menara Pandang Jalan Kapten Piere Tendean Kota Banjarmasin, Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Banyak cara memang yang dilakukan sejumlah motoris kelotok wisata di Taman Siring Jalan Piere Tendean Kota Banjarmasin Kalsel demi mencari penumpangnya.

Salah satu cara tersebut yakni mereka menggunakan alat pengeras suara untuk menyampaikan segala informasi tentang jasa wisata susur sungai Kota Banjarmasin.

Namun sayang, riuh pengeras suara tersebut sejak Senin (19/8/2019) siang tadi tadi tidak terdengar lagi. Pagar dermaga yang biasanya terbuka, siang itu juga nampak terantai dan tergembok.

Ya, Senin sekitar 9.00 tadi sejumlah petugas gabungan yang terdiri dari Satpol PP, Dishub Kota Banjarmasin serta beberapa aparat kepolisian meluruk ke dermaga kelotok wisata Menara Pandang.

Baca: RSUD Doris Sylvanus Palangkaraya Sediakan Rumah Oksigen, Bantu Puluhan Pasien Terdampak Kabut Asap

Baca: Fakta Polwan-polwan Cantik Masuk Sekolah di Kotabaru, dari Masalah Berita Hoax hingga Obat Terlarang

Baca: Teliti Keracunan Massal di Dadahup, Dinkes Kapuas Ambil Sampel dan Diperiksa ke BBTKL Banjarbaru

Mengenakan seragam lengkapnya, suasana tersebut pun juga seketika membuat sejumlah motoris kelotok menara pandang yang semula sedang menunggu penumpang, terheran-heran.

Tidak hanya itu, yang semakin membuat kecewa para motoris kelotok wisata Menara Pandang lagi adalah petugas ternyata juga menutup dan menggembok dermaga kelotoknya.

Sehingga kondisi tersebut secara otomatis membuat mereka pun tidak bisa menerima penumpang.

" Iya, kalau ditutup seperti ini anak dan istri kami mau makan apa nanti," kata Usai.

Usai mengatakan berdasarkan informasi yang diperolehnya, penutupan dermaga kelotok wisata Menara Pandang oleh petugas gabungan, lantaran pihaknya dituding tidak mengindahkan instruksi pemerintah.

Terutama terkait status para motoris yang tidak terdaftar ke badan hukum berupa koperasi, sehingga kondisi tersebut berujung pada penutupan dermaga operasional mereka.

" Jadi gini, beberapa waktu yang lalu petugas memang ada menyuruh kami agar masuk ke badan koperasi. Cuman masalahnya, karena badan koperasi persatuan motoris kelotok di sana (patung bekantan, red), tidak bersedia merombak kepengurusannya, jadi kami tidak mau," jelasnya.

Tidak hanya itu, sempat beriniasiatif pihaknya ingin membuka atau mengelola koperasi sendiri untuk persatuan motoris Kelotok Menara Pandang, hanya saja proses kepengurusan tersebut selalu dipersulit. Sehingga niatan mereka yang ingin memiliki payung hukum pun, sampai saat ini masih terkendala.

" Padahal tadi setelah mendapatkan surat diberi petugas, membuat koperasi terpisah boleh. Tapi kenapa kami tidak bisa. Justru malah dipaksa, bergabung dengan koperasi sebelah. Ya kalau pun bergabung kami oke saja, asalkan kepengurusan di sana dirubah," jelasnya.

Juragan kelotok wisata Menara Pandang itu juga mengatakan padahal ia pun turut berperan dalam membesarkan persatuan kelotok di Siring Piere Tendean. Sempat tergabung beberapa tahun, hanya saja ia bersama beberapa anggota lainnya kemudian memutuskan keluar.

" Karena kami rasa ada ketidakadilan pada pengelolaan koperasi waktu itu. Makanya, sekarang selama belum ada pergantian kepengurusan koperasi tersebut, kami tidak ingin bergabung," jelasnya. (banjarmasinpost.co.id /Ahmad Rizki Abdul Gani)

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved