Ekonomi dan Bisnis

IKEA Bakal 'Perang' dengan Google, Apple, dan Xiaomi Setelah Fokus Garap Smart Home

Perusahaan pembuat perabot rumah tangga asal Swedia, IKEA, tak lagi hanya berkutat pada produk-produk konvensional

IKEA Bakal 'Perang' dengan Google, Apple, dan Xiaomi Setelah Fokus Garap Smart Home
via KOMPAS.com
Ilustrasi kantor IKEA 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Perusahaan pembuat perabot rumah tangga asal Swedia, IKEA, tak lagi hanya berkutat pada produk-produk konvensional. IKEA kini juga menggarap pasar perabot rumah tangga canggih atau yang dikenal dengan sebutan " smart home".

Melalui pernyataan resminya, pihak IKEA mengatakan bahwa perusahaan telah meningkatkan jumlah investasi dalam teknologi dan produk smart home. Bahkan IKEA mendirikan unit bisnis IKEA Home Smart yang secara khusus dibuat untuk menangani lingkup tersebut.

IKEA mengatakan bahwa mereka telah mulai melirik bisnis perangkat smart home sejak tahun 2012 lalu. Namun perusahaan baru menunjukkan keseriusannya dengan membentuk unit IKEA Home Smart yang bakal menggarap semua teknologi perangkat rumah cerdas.

Baca: LIVE SCTV! Live Streaming Timnas U-18 Indonesia Vs Myanmar di Perebutan Juara 3 Piala AFF U-18 2019

Baca: Keluar Rumah Tanpa Celana & No Make Up, Inilah Gaya Terbaru Kendall Jenner saat Suhu Makin Panas

Baca: 5 FAKTA Kerusuhan di Manokwari, dari Gedung DPRD Dibakar hingga Polisi Tertembak di Paha

Bjorn Block akan didapuk sebagai kepala unit IKEA Home Smart dan ia bakal bertanggung jawab untuk mengeksplorasi pengembangan produk smart home di samping produk konvensional.

"Kami telah memutuskan untuk berinvestasi secara signifikan di Home Smart seluruh IKEA untuk mempercepat pengembangan ini. Ini adalah bisnis baru terbesar yang kami dirikan sejak IKEA memperkenalkan produk untuk anak-anak," kata Peter van der Poel, Range & Supply Manager IKEA.

Secara struktur, unit bisnis smart home tersebut sejajar dengan sepuluh unit lain seperti Kitchen, Lightning, hingga IKEA Food.

Dikutip KompasTekno dari The Verge, Senin (19/8/2019), IKEA sendiri pertama kali merilis produk smart home pada 2015 lalu. Produk tersebut berupa meja dan lampu yang dapat mengisi ulang daya ponsel, yang kompatibel dengan teknologi Qi wireless charging.

Dengan bergabungnya di peta persaingan industri perangkat smart home, IKEA akan bersaing dengan Apple, Google, Xiaomi, dan Amazon yang sudah lebih dulu masuk ke dalam industri tersebut.

IKEA sendiri saat ini memiliki akses ke sebanyak 780 juta pembeli yang mengunjungi toko IKEA di seluruh dunia setiap tahun, dan ini menjadi keunggulan tersendiri bagi IKEA untuk bersaing dengan Google, Amazon dan Apple.

Pasar perangkat smart home sendiri diprediksi bakal semakin "seksi" di tahun 2019 ini. IDC memperkirakan akan ada sebanyak 830 juta perangkat smart home yang terjual hingga akhir 2019, dan akan mencapai 1,6 miliar perangkat terjual pada 2023 mendatang.

Oleh karena itulah tidak mengherankan jika IKEA optimistis dengan ekspansi bisnis tersebut.

"Dengan bekerja sama dengan semua departemen lain di IKEA, unit bisnis IKEA Home Smart akan mendorong transformasi digital, meningkatkan dan mentransformasikan bisnis yang ada dan mengembangkan bisnis baru untuk membawa produk pintar yang lebih beragam kepada banyak orang," ungkap Global Business Leader IKEA, Bjorn Block.

Hai Guys! Berita ini ada juga di KOMPAS.com

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved