Berita HSU

Industri Garam Bakal Diberi Peringatan, Soal Temuan Kandungan Yodium Tak Penuhi Standar

Kantor Badan POM (BPOM) di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) telah melakukan kegiatan operasi Terpadu Pangan Fortifikasi Garam Beryodium dalam Upaya

Industri Garam Bakal Diberi Peringatan, Soal Temuan Kandungan Yodium Tak Penuhi Standar
BPOM HSU
Pengambilan sampel garam dari beberapa pasar yang tersebar pada 10 kecamatan di Tabalong ini dilakukan BPOM HSU, Kamis (15/8/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Kantor Badan POM (BPOM) di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) telah melakukan kegiatan operasi Terpadu Pangan Fortifikasi Garam Beryodium dalam Upaya Mendukung Penurunan Stunting.

Kegiatan dilakukan di tiga kabupaten wilayah pengawasan BPOM HSU secara bergiliran mulai dari pedagang di Kabupaten Balangan, menyusul di Kabupaten Tabalong dan terakhir di Kabupaten HSU, 14-16 Agustus 2019 tadi.

Dari hasil operasi ini ditemukan garam yang kandungan yodiumnya tidak sesuai dengan ketentuan, baik masih di bawah standar maupun yang tidak ada sama sekali kandungannya.

Sementara persyaratannya, garam yang sesuai standar SNI, kandungan yodium yang ada di dalam garam tersebut harus dari 30-80 ppm.

Baca: Disebut Mirip Reino Barack Suami Pertama Nikita Mirzani Dirahasiakan, Seteru Syahrini: Bakal Geger

Baca: Perda Tentang Pembentukan Dana Cadangan Penyelenggaraan Pilgub dan Wagub Kalsel Akhirnya Disahkan

Baca: SESAAT LAGI! Live Streaming SCTV Timnas U-18 Indonesia vs Myanmar, Perebutan Juara 3 Piala AFF U-18

Terkait temuan ini tindaklanjut akan dilakukan BPOM dengan melakukan pembinaan kepada industri garam yang dari hasil laboratorium terbukti kandungan yodiumnya tidak memenuhi standar.

"Untuk tindak lanjut pembinaan ke industri garam akan dilaksanakan di awal bulan September 2019," kata Kepala Kantor BPOM di HSU, Bambang Hery Purwanto, Senin (19/8/2019).

Pembinaan yang dilakukan diantaranya dengan memberikan sanksi administrasi berupa surat peringatan.

Kemudian juga diberikan waktu selama dua minggu untuk bisa memperbaiki produksi garam beryodium sesuai persyaratan yang berlaku.

Sementara bagi konsumen, imbuhnya, memang agak sulit mengetahui bagaimana kadar kandungan yodium yang ada di dalam garam kemasan.

Soalnya, kadar yodium di dalam garam tak bisa diketahui kalau tidak melalui proses uji laboratorium.

"Namun bagi masyarakat yang mencurigai garam beryodium yang tidak sesuai persyaratan bisa mengirimkan sampel garam ke Kantor BPOM di Kabupaten Hulu Sungai Utara Jalan Saberan Effendi No. 70 Amuntai. Ini gratis," katanya.

Bambang juga mengingatkan bagi konsumen yang ingin membeli barang kemasan sebaiknya sebelum membeli bisa melakukan Cek KLIK.

"Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar dan Cek Kadaluwarsa atau kita istilahkan Cek KLIK," katanya. (banjarmasinpost.co.id/dony usman)

Penulis: Dony Usman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved