Berita Kabupaten Banjar

Kabupaten Banjar Ingin Punya Pasar Hewan Seperti Tanahlaut, Begini Upaya yang Dilakukan Disnakbun

Pasar hewan yang berada di Kota Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut, Kalimantan Selatan (Kalsel), memang cukup eksis dan berkapasitas besar.

Kabupaten Banjar Ingin Punya Pasar Hewan Seperti Tanahlaut, Begini Upaya yang Dilakukan Disnakbun
Disnakbun Kabupaten banjar
Perugas Disnakbun Kabupaten Banjar menfontrol kesehatan ternak sapi, beberapa waktu lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Pasar hewan yang berada di Kota Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut, Kalimantan Selatan (Kalsel), memang cukup eksis dan berkapasitas besar. Karenanya, sejumlah daerah kantong ternak di Kalsel juga ingin memiliki pasar hewan serupa.

Di antaranya Kabupaten Banjar. Apalagi daerah ini juga memiliki populasi sapi lumayan banyak, selain Tala dan Kabupaten Baritokuala (Batola). Jumlah sapi di Banjar saat ini sedikitnya mencapai 18 ribu ekor.

"Saat ini kami sedang berupaya merintis kembali pasar hewan. Sekarang masih tahap mencari lokasi (lahan) yang tepat," ucap Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disnakbun) Banjar Dondit Bekti Agustiono, Senin (19/08/2019).

Ada beberapa lokasi yang dimungkinkan layak untuk pasar hewan yakni di wilayah Kecamatan Simpangempat, Mataraman, dan Pengaron (Desa Mangkaok). Lahan yang diperlukan tak begitu luas, tahap awal cukup 30x30 meter.

Baca: BERLANGSUNG! Live Streaming SCTV Timnas Indonesia Vs Myanmar di Piala AFF U-18, Ini Susunan Pemain

Baca: Bank Indonesia Kalsel Kenalkan QRIS, Pembayaran Melalui Aplikasi Uang Elektronik

Baca: Disebut Mirip Reino Barack Suami Pertama Nikita Mirzani Dirahasiakan, Seteru Syahrini: Bakal Geger

"Lahannya sudah adam teman-teman sedang berkomunikasi dengan pemilik lahan membahas bagaimana polanya, apakah sewa atau bagaimana," sebut Dondit.

Berdasar pengalaman belasan tahun silam ketika Banjar pernah mencoba mendirikan pasar hewan di kawasan BLK (arah Aranio) dan gagal, pihaknya kini harus lebih komprehensif menakar pertimbangan teknis.

Terutama menyangkut letak. "Ini sangat penting supaya yang dulu-dulu tak terulang. Jadi, pasar hewan memang harus dekat dengan sentra ternak. Ini artinya mesti berada di Simpamgempat atau Mataraman karena memang kantong ternak di Banjar ada di dua wilayah ini," sebutnya.

Namun di kalangan internalnya, ada saran alternatif tempat yakni di Desa Mangkauk, Kecamatan Pengaron. Pertimbangannya karena di wilayah setempat telah ada Pusat Kesehatan Hewan sehingga petugasnya dapat sekaligus diberdayakan menangani pasar hewan.

"Cuma lahan yang tersedia sempit, tak sampai 30x30 meter. Lalu, di situ jiga baru ditanami hijauan ternak. Kalau dibangun pasar hewan, pasti bakal rusak hijauannya," tandas Dondit.

Saat ini pihaknya juga masih melakukan komunikasi dengan kalangan peternak. Ini penting agar ketika pasar hewan dioperasionalkan, peternak bersedia bertransaksi jual beli di pasar tersebut.

"Ancar-ancar kami buka dua kali sebulan dengan populasi sapi sekitar 50 ekor. Kalau itu bisa jalan, sudah bagus. Kalau harapan jangka panjangnya sih seperti pasar hewan di Pelaihari yang buka sepekan sekali," ucap Dondit.

Sementara itu kalangan peternak sapi di Banjar merespons positif rencana pendirian pasar hewan tersebut. "Ya bagus saja. Terpenting letaknya jangan jauh dan jalannya enak," ucap Anang, warga Mataraman.

Menurutnya, Disnakbun Banjar perlu melakukan sesuatu agar pembeli dan peternak tertarik bertransaksi di pasar hewan. Misalnya memberikan kemudahan dan keringanan pengurusan administrasi atau memberi bantuan transportasi pengangkutan ternak ke fasilitas tersebut.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved