Berita Banjarmasin

Menangkan Beasiswa Pemerintah Taiwan, Dosen UMB ini Singkirkan 600 Lebih Pelamar

Ahmad Kailani, dosen prodi Pendidikan Bahasa Inggris, UM Banjarmasin, berhasil mendapatkan beasiswa gratis belajar Bahasa Mandarin selama 6 bulan

Menangkan Beasiswa Pemerintah Taiwan, Dosen UMB ini Singkirkan 600 Lebih Pelamar
FOTO AHMAD KAILANI UNTUK BPOST GROUP
Penyerahan sertifikat beasiswa oleh Taipei Economic Trade Affairs. Salah satu penerima beasiswa tersebut yakni Ahmad Kailani, dosen prodi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - UNIVERSITAS Muhammadiyah Banjarmasin (UMB) patut berbangga.

Satu lagi prestasi internasional bergengsi yang ditorehkan oleh salah seorang dosen Universitas Muhammadiyah Banjarmasin dalam bidang pendidikan yakni beasiswa Huayu Enrichment Language oleh Kementrian Pendidikan Taiwan.

Ahmad Kailani, dosen prodi Pendidikan Bahasa Inggris, UM Banjarmasin, berhasil mendapatkan beasiswa gratis belajar Bahasa Mandarin selama 6 bulan di negeri Formosa ini.

Terdapat 700 pelamar beasiswa pemerintah Taiwan, baik untuk kategori beasiswa studi lanjut S3, S2, dan Kursus mandarin.

Baca: Keluar Rumah Tanpa Celana & No Make Up, Inilah Gaya Terbaru Kendall Jenner saat Suhu Makin Panas

Baca: Massa Turun Protes Penangkapan Mahasiswa Papua di Jatim, Aktivitas Pertokoan di Jayapura Lumpuh

Baca: Dandanan Luna Maya di Pernikahan Anak Raam Punjabi Disorot, Lihat Harga Kalung Eks Ariel NOAH Itu

Dijelaskan Kailani, Senin (19/8/19), dari total jumlah pelamar tersebut, hanya 79 orang yang diterima, dan salah seorang yang beruntung adalah dirinya, Kailani bahagia bisa mendapatkan kesempatan ini.

Beasiswa Huayu ini merupakan sarana baginya untuk mengenal budaya Taiwan dan jalan untuk mengembangkan jejaring dengan kampus-kampus dan ahli di Taiwan.

Melihat persaingan yang cukup ketat ini, Kailani memandang perlu kesiapan diri dalam mempersiapkan berkas-berkas dan pengisian study plan yang meyakinkan tim seleksi.

Di samping itu, Kailani memberikan tips tambahan berupa surat rekomendasi yang meyakinkan dari orang-orang yang diminta sebagai referensi.

Dijelaskannya, dengan persiapan yang matang, walaupun persaingan cukup ketat, akan selalu ada peluang walau sekecil apapun peluang tersebut.

Selama di Taiwan nanti, dirinya akan mengikuti kelas intensif bahasa Mandarin selama 6 bulan dengan kelas yang aktif selama 6 hari dalam seminggu.

“Di samping belajar mandarin, peserta juga akan belajar budaya masyaraka Taiwan, kunjungan ke tempat-tempat wisata dan sejarah serta kegiatan kebudayaan lainnya. Ada berbagai macam latar belakang peserta kursus ini, mulai dari dosen, jurnalis, fresh graduate, sampai penterjemah dari kemenkumham, “ kata Kailani.

Kailani berharap di tahun-tahun mendatang semakin banyak lagi kolega-koleganya yang berasal dari UMB berani mengambil tantangan ini dalam kompetisi mendapatkan beasiswa serupa maupun beasiswa studi lanjut ke Taiwan.

(Banjarmasinpost.co.id/edi nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved