Berita Tabalong

Usianya Puluhan Tahun, Wahana Permainan Anak di Taman Giat Tanjung Banyak yang Rusak

Wahan permainan anak di Taman Giat Tanjung banyak yang berkarat dan rapuh sehingga membahayakan keselamatan anak-anak saat bermain.

Usianya Puluhan Tahun, Wahana Permainan Anak di Taman Giat Tanjung Banyak yang Rusak
banjarmasin post.co.id/reni kurnia wati
Wahana permainan anak di Taman Giat Tanjung banyak yang rusak dan membahayakan keselamatan anak-anak saat bermain 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG – Taman Giat Tanjung yang berada di pusat kota Tanjung sering dikunjungi warga terlebih pada sore hari. Baik untuk bersantai atau bermain.

Sayangnya, wahana permainan anak yang terdapat di Taman Giat Tanjung sudah kurang layak.

Beberapa wahana permainan seperti prosotan dan ayunan terbuat dari besi sudah banyak yang berkarat dan rapuh.

Kondisi ini sangat membahayakan jika masih ada anak anak yang memainkan wahana tersebut. Pitongan besi diujung ujung yang berkarat bisa melukai anak yang bermain. Sebagian besar wahana justru sudah tidak bisa digunakan lagi karena rusak parah.

Baca: Pastikan Tak Undang Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, Merry Ungkap Sosok Calon Istrinya

Baca: Dosa Ayu Ting Ting di 2 Acara Penting Bikin Sahabat Ivan Gunawan dan Ruben Onsu Dihujat

Baca: Remaja di Siak Ini Tega Bunuh Pacar dengan Cangkul dan Sempat Memperkosanya, Terungkap Ini Motifnya

Baca: Dermaga Kelotok Wisata Menara Pandang Banjarmasin Digembok, Usai: Ditutup, Istri Kami Mau Makan Apa?

Baca: RSUD Doris Sylvanus Palangkaraya Sediakan Rumah Oksigen, Bantu Puluhan Pasien Terdampak Kabut Asap

Wina seorang warga sekitar mengatakan meskipun wahana bermain anak sudah banyak yang rusak namun pada sore hari masih cukup banyak warga yang berkunjung dan bersantai. Terdapat pohon pohon besar di sekitar taman giat sehingga suasananya sejuk dan rindang.

“Biasanya kalau sore jalan jalan bersama anak sembari membawa makanan, jika diluar rumah makannya bisa lebih banyak daripada disuami dirumah, anak saya sambil bermain,” ujarnya.

Wina mengatakan memang permainan banyak yang rusak dan diharapkan bisa diperbaiki. Karena untuk di kota Tanjung sendiri belum ada ruang terbuka yang disertai dengan wahana bermain anak.

“Dulu taman ramai sekali bahkan dari warga dari luar daerah karena wahana bermain anaknya yang banyak, taman yang luas dan banyak tempat yang bisa digunakan untuk bersantai,” ujarnya.

Terpisah Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Sarjono mengatakan Kabupaten Tabalong menerima penghargaan Kota Layak Anak (KLA) tingkat madya. Dan menyinggung tentang taman giat memang masih jauh dari kata layak untuk tempat yang ramah untuk anak anak.

“Usia wahana bermain yang sudah puluhan tahun memang sudah saatnya diganti secara menyeluruh, saat ini justru tidak layak untuk anak anak bermain bahkan bisa membahayakan,” ujarnya.

Selain wahana bermain agar menjadi taman yang layak anak juga perlu diisi dengan tanaman yang tidak membahayakan anak anak seperti bunga yang berduri atau tajam.

“Perlu juga perbaikan untuk toilet agar bisa difungsikan lagi dan untuk pemasangan pintunya harus membuka keluar agar jika ada anak yang terkunci bisa dengan mudah dicongkel,” ujarnya.

Baca: Fakta Polwan-polwan Cantik Masuk Sekolah di Kotabaru, dari Masalah Berita Hoax hingga Obat Terlarang

Baca: Saat Krisis Air Bersih Melanda, Hujan Turun dan DAM di Kotabaru Mulai Terisi Air

Baca: Impian Binaraga Kalsel Berlaga di PON 2020 Papua Puspus Sudah, PABBSI Kalsel Minta Maaf

Penerapan kota layak anak memang perlu kerjasama dari seluruh pihak karena untuk program ini melibatkan 30 instansi.

Sarjono menambahkan untuk di setiap ruang terbuka perlu memperhatikan keamanan untuk anak. Di sekolah juga perlu kerjasama dengan Dinas Pendidikan untuk mengetaui infrastruktur layak anak seperti apa.

“Dengan koordinasi yang baik tiap instasi maka program KLA bisa dilaksanakan dengan maksimal,” ungkapnya. (Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved