Berita Banjarmasin

Wayang Kulit Banjar Jadi Penutup Karasminan Banua Seribu Sungai 2019 di Taman Budaya Kalsel

Cerita ini dipentaskan oleh Dalang Taufik Rahmat Hidayat atau yang lebih dikenal dengan Dalang Upik dan juga dalang Kaderiansyah.

Wayang Kulit Banjar Jadi Penutup Karasminan Banua Seribu Sungai 2019 di Taman Budaya Kalsel
ist
Pertunjukan wayang kulit di acara Karasmin Banua Seribu Sungai 2019 di Taman Budaya Kalsel Banjarmasin, Minggu (18/6/2019) malam. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kesenian berupa Wayang Kulit Banjar menyemarakkan gelaran hari terakhir ajang Karasminan Banua Seribu Sungai 2019 di Taman Budaya Kalsel, Minggu (19/8/2019) malam.

Pementasan Wayang Kulit Banjar berjudul Cinta dan Air Mata ini menceritakan tentang seorang raja mengadakan sebuah sayembara, yang mana pemenangnya akan dijadikan suami dari anaknya.

Cerita ini dipentaskan oleh Dalang Taufik Rahmat Hidayat atau yang lebih dikenal dengan Dalang Upik dan juga dalang Kaderiansyah.

"Pesan dari cerita ini, agar anak muda bisa belajar dari orang sukses yaitu harus kerjakeras," ujar Dalang Upik kepada banjarmasinpost.co.id.

Selain cerita Wayang Kulit Banjar ini dibawakan, pengunjung yang hadir terlebih dahulu dihibur dengan wayang hiphop yang dibawakan oleh Dalang Catur Benyek asal Yogyakarta.

Baca: Kamu Ingin Turunkan Berat Badan? Coba Konsumsi 4 Jenis Minuman Ini

Sebelum pementasan wayang, hari terakhir Karasminan Banua Seribu Sungai 2019 ini juga dimeriahkan dengan tarian yang dibawakan oleh Yayasan Pusaka Saijaan Kotabaru dan juga Bapandung yang dibawakan oleh Farah Latifah Andini.

Kepala Taman Budaya Kalsel, Suharyanti menerangkan pementasan Wayang Kulit Banjar merupakan penutup dari rangkaian kegiatan Karasminan Banua Seribu Sungai 2019 yang mengangkat tema Malam Karancilangan.

"Malam ini puncak Karasminan Banua Seribu Sungai 2019, dan ada pementasan Wayang Kulit Banjar," ujarnya.

Suharyanti menambahkan bahwa wayang hiphop turut tampil memberikan warna tersendiri khususnya dalam dunia wayang.

Baca: Ombudsman: Blokir Ponsel BM Hanya Selesaikan Masalah di Sektor Hilir, Tidak di Sektor Hulu

"Bisa dikatakan ini wayang kekinian karena kemasan dan juga musiknya berbeda dari biasanya, harapannya wayang pun jadi lebih dicintai di zaman milenial ini," terangnya.

Karasminan Banua Seribu Sungai 2019 ini dilaksanakan sejak Kamis (15/8/2019) malam dan digelar untuk menyemarakkan HUT kalsel ke 69 sekaligus juga HUT RI ke 74.

Ada beragam jenis kesenian khususnya tradisi Banjar yang dipentaskan pada ajang yang rutin digelar setiap tahunnya oleh Taman Budaya Kalsel ini. Mulai dari tari, musik, teater dan sebagainya. (Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

Penulis: Frans
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved