Berita Banjarmasin

Ali Murtado Sebut Belum Terima Salinan Putusan Mantan Ketua KPU Banjar Ahmad Faisal

Kuasa hukum Ahmad Faisal, Ali Murtado membantah adanya perbedaan perlakuan terhadap klienya mantan Ketua KPU Banjar tersebut.

Ali Murtado Sebut Belum Terima Salinan Putusan Mantan Ketua KPU Banjar Ahmad Faisal
banjarmasinpost.co.id/m hasby suhaili
Mantan Ketua KPU Banjar Ahmad Faisal (batik coklat) didampingi pengacaranya Ali Murtado 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Dugaan adanya perlakuan istimewa terhadap  Ahmad Faisal dengan terdakwa lainnya dalam kasus korupsi KPU Banjar dibantah kuasa hukum terdakwa Ahmad Faisal, Ali Martado, Selasa (20/8).

Ditegaskan Ali Murtado, tidak ada perbedaan perlakuan antara terdakwa yang satu dengan terdakwa lainnya.

Ditegaskanya,  sampai saat ini pihaknya belum menerima salinan putusan untuk kliennya, Ahmad Fasial. Sedangkan menurut ketentuan pelaksanaan, eksekusi harus ada salinan putusan.

Diberitakan sebelumnya, Mantan Sekretaris KPU Kabupaten Banjar, H Gusti M Ihsan Perdana melempar senyum lepas saat menerima kedatangan wartawan Banjarmasin Post memenuhi undangan mengunjunginya dalam Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Martapura, Selasa (20/8/2019).

Baca: Gerebek Tempat Penjualan Narkoba di Jalan Murjani, Polisi Temukan loket Transaksi Sabu

Baca: Film Gundala Berikan Pengalaman Pertama Bagi Penonton, Ini Kata Sang Sutradara, Joko Anwar

Baca: BERLANGSUNG! Link Live Streaming Persija vs Kalteng Putra Liga 1 2019 di Vidio.com, Live Indosiar

Baca: Ibu Merry Belum Izinkan Anaknya Kembali Kerja ke Raffi Ahmad & Nagita Slavina? Ini Harus Dilakukan

Ihsan menceritakan, kondisinya selama menjalani hukuman atas kasus penyalahgunaan laporan keuangan KPU Banjar tahun 2013.

Diungkapkannya, kondisi kesehatannya baik-baik saja, bahkan berat badannya mengalami kenaikan selama berada dalam LPKA Kelas I Martapura. Berbeda dengan kedua rekannya, Husaini dan Wiyono yang terkesan putus asa dan berat badan keduanya pun turun drastis.

"Agak kurus Pak Husaini dan Wiyono, mereka pasrah menjalani," kata Ihsan.

Dirinya pun mempertanyakan proses pemeriksaan masuk dalam LPKA Kelas I Martapura yang ketat. Bahkan handphone dan jaket serta tas harus ditinggal di ruang Kepala Pengawas yang berada di lobi.

Pria yang menjabat sebagai Sekretaris KPU dari 2009 hingga 2016 itu menyayangkan proses hukum yang dinilainya terkesan tebang pilih.

Raut wajahnya berubah drastis, dari yang semua nampak santai menjadi sedikit tegang dan bersemangat menceritakan kasusnya, bahkan pria yang akrab disapa Ihsan itu membeberkan bukti-bukti baru.

Halaman
123
Penulis: Hasby
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved