Saraba Kawa

Buka Tabalong Etnic Festival, Wabup H Mawardi Yakin TEF Bakal Jadi Event Internasional

Wakil Bupati Tabalong H Mawardi membuka secara resmi Tabalong Etnic Festival (TEF) di Masjid Al Aberar Islamic Center Tabalong

Buka Tabalong Etnic Festival, Wabup H Mawardi Yakin TEF Bakal Jadi Event Internasional
Dinas Kominfo Tabalong
Wakil Bupati Tabalong H Mawardi membuka secara resmi Tabalong Etnic Festival (TEF) yang berlangsung di di Masjid Al Aberar Islamic Center Tabalong 

 BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Wakil Bupati Tabalong H Mawardi membuka secara resmi Tabalong Etnic Festival (TEF) yang secara rutin diselenggarakan di Tabalong yang bekerjasama dengan PT Adaro Indonesia.

Pembukaan digelar di Masjid Al Aberar Islamic Center Tabalong yang diawali dengan pembacaan Alquran.

 TEF sendiri merupakan even festival budaya tahunan yang diinisiasi perkumpulan pusaka sejak tahun 2011 bersama PT Adaro Indonesia melalui program CSRnya.

Pembukaan kegiatan  TEF ditandai dengan kegiatan khataman Alquran, ini menurut Mawardi merupakan awal yang baik dengan mengangkat nuansa agamis.

“Membawa nuansa islami diharapkan dapat membawa keberkahan dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan kedepannya,” ungkapnya.

 Mawardi mengungkapkan dengan digelarnya TEF ke VIII ini menjadi salah satu bukti bahwa semua masyarakat Tabalong memiliki kepedulian  dan perhatian yang besar terhadap pembinaan dan pengembangan ethnic dengan segala ciri khas budayanya.

Diharapkan pelestarian budaya harus dilakukan secara terus menerus , terarah dan terpadu ,

 Kedepan, dirinya berharap even ini tidak saja menjadi agenda besar ditingkat lokal, tetapi bisa dikembangkan menjadi agenda tahunan regional.

"Saya yakin  melalui komunikasi efektif dan terbuka ,kedepan festival ini akan menjelma menjadi even festival go internasional." ucap Mawardi. Senin (19/0/2019).

 Sementara ,ketua pelaksana TEF VIII, Neo mengatakan untuk tahun penyelenggaran TEF melibatkan 200 relawan muda. Dimana untuk tahun ini diakuinya dalam penyelenggaraan TEF ke VIII tahun 2019 sangat terasa berbeda  dibanding tahun sebelumnya.

 "Tahun kemarin kan kami menyelenggarakan di lima titik lokasi, sedangkan tahun ini hanya tiga lokasi saja, hal itu dikarenakan salah satunya keterbatasan kemampuan memobilisasi sumber daya,"ucap Neo.

 Adapun Tiga titik lokasi dimaksud diantaranya Islamic Center Tanjung, dengan tradisi betamat, Desa Sunga Hanyar, Kecamatan Banua lawas ,festival tikar purun, terkahir di Tanjung Expo Center berbentuk Expo dan sejumlah pertunjukan.

 Terlepas dari semua tantangan yang dihadapi, kata Neo dirinya bersama relawan lainnya berkomitmen untuk tetap menghadirkan TEF sebagai salah satu even yang dinantikan di Kalsel bahkan di Indonesia,

 "Ini yang selalu akan menjadi tekad kami sekarang dan dimasa yang akan datang,agar senantiasa terus berkarya,berkontribusi bagi pengembangan dan pelestarian seni dan budaya dibanua , sebab dengan ini nantinya bisa menumbuhkan kecintaaan untuk generasi muda." Ujarnya. (aol)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved