Berita Tabalong

Ditinggalkan Pedagang, Lantai II Pasar Tanjung Sepi Pengunjung, Sahrudin Keluhkan Jahitan Sepi

Banyak ditinggalkan pedagang, Lantai II Pasar Tanjung jarang didatangi pengunjung. Penjahit, sahrudin yang bertahan keluhkan sepinya jahitan

Ditinggalkan Pedagang, Lantai II Pasar Tanjung Sepi Pengunjung, Sahrudin Keluhkan Jahitan Sepi
banjarmasinpost.co.id/reni kurnia wati
Sahrudin mengeluhkan sepinya lantai II Pasar Tanjung yang banyak ditinggalkan pedagang 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG – Sahrudin tengah menunggu pelanggan datang ke kiosnya untuk menjahitkan pakaian, sembari menunggu pelanggan dirinya mengerjakan jahitan yang ada.

Saat ini pelanggannya jauh berkurang karena jarang warga yang melewati depan kiosnya.

Sahrudin menggunakan kios yang berada di lantai dua Pasar Tanjung, kanan kiri kios yang digunakan Sahrudin banyak yang tutup tidak digunakan oleh pedagang.

Dengan banyaknya kios yang kosong menyebabkan jarang sekali pengunjung pasar yang mau naik ke lantai dua.

“Yang menjahitkan ke saya sebagian besar karena sudah langganan sedangkan pelanggan baru sangat jarang karena memang banyak yang tidak tahu kalau ada tukang jahit disini,” ujarnya.

Baca: Lagi, Satpol PP Banjarbaru Amankan Pasangan Bukan Suami Isteri di Penginapan Kilometer 33

Baca: Duet Ram dan Aniq Hasilkan Perunggu di Pra Pon Dancesport di Bali

Baca: Diguyur Hujan Tiga Jam, Kabut Asap di Palangkaraya Seketika Menghilang, Begini Penjelasan BMKG

Baca: Merry Putuskan Batal Menikah di Madura Nasib Calon Istri Asisten Raffi Ahmad dan Nagita Slavina

Sebelumnya Sahrudin membuka jasa penjahitnya d ilantai satu dan cukup ramai karena dibangunkan tempat yang baru dan diminta untuk pindah maka dirinya dan beberapa pedagang lain mengikuti.

Pada tahun 2017 masih cukup ramai karena seluruh kios digunakan namun setelah beberapa lama para pedagang mulai tutup dan berpindah karena tidak banyak pembeli.

Berkurangnya pendapatan akibat sepinya pengunjung yang jarang melintas di lantai dua Pasar Tanjung juga dirasakan oleh Husturi yang berjualan mainan anak anak.

Dalam satu hari belum tentu ada pembeli yang membeli barang dagangannya. Karena lantai dua sangatlah sepi, hanya beberapa pedagang yang bertahan untuk menggunakan kios yang ada.

“Dalam satu hari belum tentu ada yang membeli, ingin sebenarnya berpindah namun belum ada kios yang sesuai harga sewanya dan berjualan saat ini lebih untuk kegiatan daripada menganggur, beruntung suami yang berjualan dibawah masih bisa menutupi kebutuhan, kalau kami berdua sama sama berjualan diatas tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan,” ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved