Berita Tabalong

Gelar Razia Produk Kosmetik di Pasar Tanjung, BPOM HSU Temukan Cat Kuku Tanpa Izin Edar

BPOM HSU menggelar razia produk kecantikan di Pasar Tanjung. Hasilnya ditemukan kosmetik kedaluarsa dan cat kuku tanpa izin edar

Gelar Razia Produk Kosmetik di Pasar Tanjung, BPOM HSU Temukan Cat Kuku Tanpa Izin Edar
banjarmasinpost.co.id/reni kurnia wati
BPOM HSU saat melakukan pengecekan produk kecantikan ke salah satu toko di Pasar Tanjung 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG – Kantor BPOM di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) melakukan pengecekan di penjual kosmetik yang ada di Pasar Tanjung, dari tiga toko penjual kosmetik yang diperiksa ditemukan satu merek parfum berjumlah 7 buah yang ternyata kadaluarsa dan tujuh cat kuku yang tidak memiliki izin edar, Selasa (20/08/2019).

Penertiban ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor BPOM di HSU Bambang Heri Purwanto, dirinya menabahkan bahwa kegiatan ini dilakukan secara serentak dalam program Penertiban kosmetik se Indonesia.

“Bagi penjual yang kedapatan menjual kosmetik yang kadaluarsa dan tidak memiliki izin edar akan diberikan pembinaan, barang yang telah kadaluarsa dipisahkan dan tidak lagi dipajang,” ungkapnya.

Dilakukan pembinaan karena pelanggaran masih tergolong ringan dan jumlahnya yang kecil. Dan diharapkan pedagang bisa menjadikan ini sebuah pelajaran agar tidak mengulanginya lagi.

Baca: Bak Suami-Istri, Foto Ayu Ting Ting & Ivan Gunawan di Ranjang Disorot Hingga Iis Dahlia Respons Ini

Baca: Dapatkan Santunan Legiun Veteran HST Rp 1 Juta, Begini Reaksi Antamas

Baca: Sering Jadi Penyebab Macet, Dua U-Turn di Jalan A Yani Kota Banjarbaru Akan Ditutup

Baca: Serahkan Bantuan Korban Kebakaran di Desa Bati-Bati, Bupati Sukamta Berikan Semangat Agar Tabah

Heri menambahkan bagi konsumen diharapkan lebih berhati hati saat membeli kosmetik, dan cara mudah untuk mengetahui apakah kosmetik tersebut memiliki izin atau tidak yautu dengan melihat Notifikasi Asia (NA) atau dengan melihat adakah barcode yang terdapat pada kemasan.

Barkode di kemasan bisa dipindai dengan telepon pintar dan akan muncul perusahaan yang memproduksi, jenis merek dan izin edarnya.

Penertiban didampingi oleh Dinas Kesehatan, Kasi Kefarmasian dan Alkes Tabalong Aulia Abdussalam mengatakan Dinas Kesehatan melakukan pembinaan kepada para penjual.

“Dan untuk kedepan pembinaan dilakukan dengan menggandeng BPOM agar warga Tabalong lebih mengerti keamanan kosmetik,” ujarnya.

Baca: Baznas Kalsel Siapkan Bantuan Korban Kebakaran di Cendrawasih, Begini Besarnya

Baca: Bantu Stok Darah PMI, Fave Hotel Gelar Donor Darah

Salah satu pedagang Hasliani yang sudah selama 16 tahun berjualan kosmetik mengatakan sudah beberapa kali mendapati penertiban seperti ini, namun karena dirinya memang tidak menjual kosmetik yang berbahaya dan tanpa izin maka tidak masalah.

“Selama ini tidak pernah menjual kosmetik yang tidak memiliki izin edar,” ungkapnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Reni kurniawati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved