Otomotif

Jaga Kesehatan Mesin Motor, Yamaha Imbau Konsumen Tak Gunakan BBM Premium dan Pertalite

Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) menyebutkan motor sebagai sumber polusi udara di DKI Jakarta dan BBM di bawah RON 92 seharusnya dihapus.

Jaga Kesehatan Mesin Motor, Yamaha Imbau Konsumen Tak Gunakan BBM Premium dan Pertalite
Donny Apriliananda/KompasOtomotif
Yamaha NMAX non ABS 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Agar kesehatan mesin motor Yamaha terjaga, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) mengingatkan agar pengguna tidak asal menggunakan bahan bakar berkualitas rendah yang dapat menimbulkan polusi udara.

Dilansir dari Kompas.com, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menyatakan, sepeda motor yang diproduksi dan dijual saat ini sudah memiliki standar emisi yang tinggi. Alhasil, penggunaan bahan bakarnya patut diperhatikan, jangan asal pakai BBM berkualitas atau oktan rendah.

Manager Marketing YIMM Antonius Widiantoro menanggapi pernyataan Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB), yang menyebutkan motor sebagai sumber polusi udara di DKI Jakarta dan bahan bakar di bawah RON 92 seharusnya dihapus.

"Produk yang kami hasilkan sudah sesuai dengan standar regulasi emisi yang berlaku, karena produksi Yamaha juga merupakan produk yang di ekspor. Sehingga, sudah pasti ramah lingkungan dan telah dilengkapi dengan eco indikator yang membantu pengendara agar motor lebih irit dan efisien," katanya saat dihubungi Kompas.com, Jakarta, Selasa (20/8/2019).

Baca: NMAX Mania Heboh! Spyshoot Skutik Yamaha NMAX Facelift Beredar, Siap-siap Bakal Meluncur

Namun, Anton tak dapat menampik bahwa masih banyak pemilik kendaraan yang acuh atau tidak memperhatikan kesehatan mesin motornya dengan menggunakan bahan bakar kualitas rendah, seperti Premium atau Pertalite.

"Semakin tinggi standar emisi yang ditetapkan dibutuhkan jenis bahan bakar dengan nilai oktan yang tinggi pula. Karena Apabila tetap menggunakan bahan bakar dengan nilai oktan yg rendah akan menimbulkan efek detonasi atau knocking. Rata-rata kendaraan sekarang memiliki kompresi yang tinggi," ujar dia.

"Bicara tentang produk Yamaha, tentu kita menyesuaikan dengan pasar yang ada. Tapi balik lagi, pemilihan bahan bakar itu ada di sisi konsumen. Selama masih dipasarkan, kita tidak dapat menampiknya," kata Anton.

Baca: Honda ADV150 Jadi Perhatian, Pemilik Yamaha NMAX Tetap Pede, Begini Alasannya

Sebelumnya, Ahmad Safrudin, Direktur Eksekutif KPBB menyatakan bahwa bahan bakar berkualitas rendah seperti Premium 88, Solar, Dexlite, dan Pertalite 90 ikut menyumbangkan tingginya polusi udara di DKI Jakarta, melalui emisi gas buang kendaraan bermotor.

Oleh sebab itu, disarankan kepada pemerintah untuk menghentikan produksi dan penjualan keempat jenis bahan bakar tersebut.

(Penulis : Ruly Kurniawan/Kompas)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Yamaha Imbau Konsumen Tidak Pakai BBM Premium dan Pertalite", https://otomotif.kompas.com/read/2019/08/20/094537315/yamaha-imbau-konsumen-tidak-pakai-bbm-premium-dan-pertalite.

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved