Berita Banjar

Penghapusan Jamban Apung Berlanjut, Begini Strategi Baru Pemkab Banjar

Sekda Banjar Mochamad Hilman menegaskan berlanjutnya program penghapusan jamban apung di Sungai Martapura

Penghapusan Jamban Apung Berlanjut, Begini Strategi Baru Pemkab Banjar
banjarmasinpost.co.id/idda royani
BONGKARĀ - Bupati Banjar (berkalung rangkaian melati) menyaksikan pembongkaran jamban apung di Desa Bincaumuara, beberapa waktu lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Penghapusan jamban apung (cemplung) terus dilanjutkan Pemerintah Kabupaten Banjar. Bahkan kini strategi baru diterapkan guna memperkuat partisipasi masyarakat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Banjar Mochammad Hilman mengatakan pelaksanaan program tersebut tak semudah membalik telapak tangan. Pasalnya, mengubah kebiasaan masyarakat yang telah turun temurun menggunakan jamban apung.

"Berat memang, tapi ada langkah-langkah sinergi yang kini diterapkan yakni gebrak's (gerakan bersama realisasi akses sanitasi) dengan melakukan kemitraan dengan pihak terkait," sebut Hilman, Selasa (20/08/2019).

Kemitraan tersebut antara lain merangkul Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan koperasin di desa. Mereka yang menyiapkan jamban-jamban apung tersebut dengan pola pinjaman ringan. Desainnya dibantu oleh Pemkab beserta dananya (dipinjamkan), lalu dibangun.

Baca: Jadwal Live Streaming Malam Puncak RCTI 30, Dihadiri Taemin Shinee Afgan BCL Rossa dan Dul Jaelani

Baca: Ini Goyangan Seksi Mutia Ayu, Penyanyi Dangdut Istri Mantan Sandra Dewi & Aura Kasih, Glenn Fredly

Baca: Akhirnya Aura Kasih Perlihatkan Wajah Putrinya Saat Kabar Glenn Fredly Nikahi Mutia Ayu

Baca: Gramedia Bakal Buka Cabang di QMall Banjarbaru, Berikut Tanggal Grand Openingnya

"Jadi, ada arisan pembangunan jamban. Biaya itu dicicil secata kredit demi keberlanjutan program tersebut. Dengan begitu ada kesadaran bersama untuk bahu-membahu membangun jamban apung dalam upaya meningkatkan sanitasi lingkungan," tandas Hilman.

Selanjutnya limbah jamban apung berupa tinja akan diolah di Instalasi Pengolah Limbah Tinja (IPLT) yang ada di lingkungan Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) Surya Kencana di Desa Padangpanjang, Kecamatan Karangintan.

Top manager birokrasi di Bumi Barakat ini mengatakan pendekatan kebudayaan dan kemitraan sangat diperlukan guna memperlancar pelaksanaan program penghapusan jamban apung. Ini untuk memunculkan gerakan masyarakat yang kian melek terhadap hidup sehat.

Ditegaskannya, penghapusan jamban apung menjadi salah satu prioritas pembangunan di Banjar sesuai visi misi Bupati Banjar yang mencanangkan penghapusan 1000 jamban apung. Saat ini setidaknya telah ratusan unit jamban yang telah dibongkar dan diganti dengan jamban darat yang dibangun Dinas PUPR Banjar.

Penghapusan jamban apung tersebut bagian dari upaya Pemkab Banjar meningkatkan sanitasi dan mendorong masyarakat hidup lebih sehat, terutama yang bermukim di bantaran sungai. Pasalnya, berdasr penelitian, air di Sungai Martapura mengandung bakteri e-coli mencapai 9.000 hingga 10.000 ppm (part per milion).

"Bahkan saat kemarau meningkat tajam hingga 20.000 ppm. Padahal batas ambangnya hanya 150 ppm. Dapat dibayangkan betapa tidak sehatnya kualitas air yang ada di Sungai Martapura. Itulah mengapa penghapusan jamban apung menjadi atensi khusus Pak Bupati," tandas Hilman.

Selama ini, sebut Hilman, satu unit jamban bisa digunakan hingga lima dan bahkan sepuluh kepala keluarga. Artinya dengan program penghapusan seribu unit jamban apung, maka Pemkab Banjar harus menyediakan 7.000 unit jamban. Total biaya yang harus disiapkan mencapai Rp 56 miliar dengan estimasi biaya per unit Rp 7-8 juta.

Cukup besar biaya yang harus disiapkan Pemkab Banjar. Dinas PUPR telah menekan komponen biayanya serendah yakni Rp 4 juta per unit volume 0,3 meter kubik atau 300 liter untuk standar septic tank-nya. Jika lengkap dengan bangunannya, per unit WC diperlukan biaya sebesar Rp 7-8 juta.

Karenanya terlalu berat bagi masyarakat jika harus membangun secara mandiri. "Itu sebabnya Pemkab membantu membangunkan jamban darat dan kini mendorong masyarakat memalui BUMDes dan koperasi untuk mulai berperan melalui arisan pembanguna jamban darat tersebut," tandas Hilman.

Baca: Temuan Luna Maya Saat di Eropa Bikin Eks Ariel Noah Geli, Terkait dengan Syahrini & Reino Barack?

Baca: Sikapi Viralnya Bajakah, Pemprov Kalteng Buat Regulasi Peredaran Akar Bajakah

Baca: Suka Treveling, Momen Perjalanan Galuh Balangan Ini Terabadikan Berkat Hobinya Fotografi

Kalangan warga di Banjar mendukung program penghapusan jamban apung tersebut. Bahkan pada kegiatan pembongkaran jamban, warga kerap membantu petugas Dinas PUPR merobohkan jamban di lingkungan masing-masing.

"Ya bagus saja karena niatnya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, karena katanya Sungai Martapura kurang sehat. Harapan saya sebagai masyarakat kecil, pemerintah membangunkan jamban darat sebagai penggantinya," ucap Amat, warga Martapura. (banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved