Berita Tanahbumbu

Ratusan Bangunan Rumah Walet di Tanbu Tidak Berizin, ini Kata Kepala DPMPTSP

Berdasar catatan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) bangunan rumah walet mencapai ratusan lebih.

Ratusan Bangunan Rumah Walet di Tanbu Tidak Berizin, ini Kata Kepala DPMPTSP
banjarmasinpost.co.id/herliansyah
Salah satu bangunan rumah walet di Kabupaten Tanahbumbu 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Bangunan rumah walet terus menjamur.

Bangunan tersebar di beberapa tempat di wilayah di Kabupaten Tanahbumbu.

Berdasar catatan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) bangunan rumah walet mencapai ratusan lebih.

Terus menjamurnya bangunan rumah walet tersebar hampir di tiap kecamatan, tidak satu pun yang berizin

Otomatis tidak ada pendapatan daerah di sektor usaha tersebut.

Kecuali pajak perdagangan sarang walet yang masuk ke Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD).

Baca: Model Video Klip Barbie Kumalasari Ternyata Bukan Kriss Hatta atau Galih Ginanjar, Tapi Pria Ini

Baca: Cuma Satu! Obat Penangkal Teror Ruben Onsu Diungkap, Teman Ayu Ting Ting & Ivan Gunawan Nangis

Baca: Alasan Sebenarnya 3 Putra Maia Estianty Enggan Serumah Irwan Mussry, Ibu Al El Dul Ungkap Ini

Baca: Gaji Bakal Naik? Pekerjaan Pertama Merry Setelah Kembali pada Raffi Ahmad & Nagita Slavina Terungkap

Kepala DPMPTSP Tanahbumbu, Eka Saprudin, membenarkan, semua bangunan rumah walet berjumlah ratusan lebih tidak ada memiliki izin.

"Kami (DPMPTSP) tidak ada mengeluarkan satu pun izin banguban sarang burung walet. Izin sarang burung walet kan tidak ada," jelas Eka kepada banjarmasinpost.co.id dikonfirmasi melalui telepon genggamnya, Selasa (20/8/2019).

Menurut Eka, belum pernah mengeluarkan izin bangunan sarang walet karena belum ada dasar pihaknya untuk memproses, sebab Peraturan Bupati (Perbub) terkait soal tersebut masih dibahas.

Apakah setiap bangunan wajib ada izin? Eka menegaskan, wajib jika ada aturannya dan kemudian untuk disosialisasikan ke pemilik jenis usaha tersebut.

Kenapa baru sekarang membahas Perbup, padahal usaha sarang walet sudah ramai sejak berapa tahun lalu.

"Daerah-daerah lain juga belum ada mengeluarkan izinnya," katanya.

Kendati demikian, masih menurut Eka, walaupun pembahasan peraturan terlambat, paling tidak ada upaya penataan terkait soal menjamurnya bangunan rumah walet.

Di antaranya seperti penataan bangunan rumah walet, minimal harus berjarak 500 meter dari permukiman masyarakat.

BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah

Penulis: Herliansyah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved