Health

Sebabkan Kebutaan Nomor 2 di Indonesia, Ini 7 Faktor Risiko Glaukoma yang Wajib Dikenali

Ada baiknya anda mengetahui penyakit yang menyebabkan kebutaaan diantaranya yakni penyakit Glaukoma.

Sebabkan Kebutaan Nomor 2 di Indonesia, Ini 7 Faktor Risiko Glaukoma yang Wajib Dikenali
sajiansedap.com
Aminah Cendrakasih yang mengalami kebutaan akibat penyakit Glaukoma 

Glaukoma menjadi penyebab kebutaan nomor 2 di Indonesia setelah Katarak. Artis pemeran Mak Nyak di serial Si Doel Anak Sekolahan Aminah Cendrakasih sudah sejak 10 tahun silam berjuang melawan penyakit ini

BANJARMASINPOST.CO.ID - Mata menjadi organ vital yang tentu sangat ditakuti setiap orang jika mengalami gangguan apalagi sampai mengalami kebutaan.

Ada baiknya anda mengetahui penyakit yang menyebabkan kebutaaan diantaranya yakni penyakit Glaukoma.

Penyakit ini wajib diketahui karena merupakan penyebab kebutaan nomor dua di dunia dan Indonesia setelah Katarak.

Data dari WHO pada tahun 2010 menyebutkan bahwa terdapat 39 juta orang yang mengalami kebutaan di dunia, dan glaukoma menyumbang 3,2 juta orang atau sekitar 8 persen di antaranya.

Artis peran Aminah Cendrakasih diantaranya yang menjadi penderita Glaukoma. Wanita pemeran Mak Nyak di serial Si Doel Anak Sekolahan berjuang melawan glaukoma sejak 10 tahun lalu.

Baca: Bangun Jalan Tembus Bandara, Segini Anggaran yang Disiapkan PUPR Banjar

Baca: Terungkap Identitas Mayat Lelaki Mengapung di Sungai Tabunganen, Tidak Pulang ke Rumah Sejak Minggu

Baca: Saat Orang Melaksanakan Salat Maghrib, Lelaki ini Malah Beraksi Mencuri Kotak Amal

Awalnya, pengelihatannya hanya buram saja. Lama kelamaan tepatnya 5 tahun lalu, Aminah tidak bisa melihat sama sekali.

Kini, Ia bahkan hanya bisa berbaring di atas ranjang karena rasa mual hebat yang dialami setiap kali duduk.

Glaukoma merupakan penyakit mata di mana tekanan cairan dalam bola mata menjadi terlalu tinggi sehingga dapat merusak serabut saraf mata yang membawa sinyal penglihatan dari mata ke otak.

Berbeda dengan katarak, kebutaan akibat glaukoma tidak dapat disembuhkan, namun dapat dicegah dengan mengontol faktor risikonya.

Halaman
1234
Editor: Hari Widodo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved