Berita Gempa

72 Kali Gempa Bumi Terjadi di Sukabumi, BMKG Sebut di Sini Titik-titik Getarannya

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat ada sebanyak 72 kali gempa bumi bermagnitudo di bawah 5 yang terjadi di Sukabumi

72 Kali Gempa Bumi Terjadi di Sukabumi, BMKG Sebut di Sini Titik-titik Getarannya
BMKG
Peta gempa tektonik di darat yang terjadi di Sukabumi, Jawa Barat selama periode 10 hingga 21 Agustus 2019. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SUKABUMI - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat ada sebanyak 72 kali gempa bumi bermagnitudo di bawah 5 yang terjadi di Sukabumi, Jawa Barat.

Puluhan kali gempa tektonik di darat itu berlangsung pada periode 10 hingga 21 Agustus 2019 pukul 09:17 WIB.

Gempa tersebut diduga dipicu bangunnya sesar Citarik.

Gempa darat ini berpusat di barat daya Sukabumi, dengan titik lokasi sekitar bagian atas Palabuhanratu atau Cisolok berbatasan dengan Provinsi Banten di bawah Gunung Salak.

"Hari ini kami menerima laporan dari BMKG mengenai monitoring gempa yang dirasakan berulang kali selama beberapa hari ini," ujar Kepala Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (21/8/2019) siang.

Baca: Korban Obat Kedaluwarsa Bertambah, Ibu Hamil Ini Juga Mengaku Dapat dari Puskesmas Kamal Muara

Baca: BREAKING NEWS - Ini Dia Desain Ibu Kota Baru di Kalimantan, Istana Negara di Depan Monumen Pancasila

Baca: Cekcok Roger Danuarta dan Cut Meyriska Gara-gara Artis Cantik Ini, Terjadi Sehari Setelah Menikah

Menurut Sutisna, dalam laporan monitoring tersebut, gempa yang terjadi termasuk kategori swarm, yaitu gempa dengan frekuensi sangat tinggi dalam waktu lama.

Kekuatan gempa relatif kecil, dangkal dan tidak ada mainshock atau gempa utama.

Sedangkan, dugaan pemicunya yaitu aktifnya sesar Citarik. Sesar Citarik ini membentang dari arah utara timur laut - selatan barat daya, memotong Jawa Barat melalui Pelabuhanratu, Bogor dan Bekasi.

"Aktivitas sesar ini paling tidak sejak tektonik Miosen Tengah dan sampai sekarang masih aktif," ujar dia.

Pada periode tektonik Miosen Tengah, sesar ini sebagai sesar trantensional. Namun sejak Plio-Plistosen sampai Resen, sesar ini berkembang sebagai sesar mendatar mengiri.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved