Berita Kalteng

Dilarang Bawa Bajakah Lewat Bandara Tjilik Riwut, Dinkes: Minum Bajakah Beracun Akibatkan Kematian

Perburuan akar Bajakah yang dipercaya bisa dijadikan sebagai obat pembunuh kanker terus berlangsung, meski ada larangan membawa bajakah keluar Kalteng

Dilarang Bawa Bajakah Lewat Bandara Tjilik Riwut, Dinkes: Minum Bajakah Beracun Akibatkan Kematian
Banjarmasinpost.co.id/Faturahman
Akar Bajakah dipercaya sebagai Obat Tradisional Dayak bisa menyembuhkan penyakit kanker. Atai warga Kelurahan Mentaya Seberang Kecamatan Seranau , Kotim Kalteng saat menakar akar bajakah yang ingin dijualnya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Perburuan akar Bajakah yang dipercaya bisa dijadikan sebagai obat pembunuh kanker terus berlangsung, meski ada larangan membawa bajakah keluar Kalteng lewat Bandara Tjilik Riwut oleh petugas bandara.

Hingga, Rabu (21/8/2019) perburuan akar bajakah di Hutan Kalimantan Tengah masih saja terjadi, meskipun untuk membawa akar tersebut keluar Kalimantan Tengah tidak mudah, karena ketika diperiksa di Bandara Tjilik Riwut oleh petugas akan dilarang dikirim lewat pesawat.

Namun demikian, informasi yang terhimpun dari berbagai sumber para pebisnis bajakah atau warga luar Kalteng yang membeli Akar Bajakah, malah membawa akar tersebut lewat jalur darat dari Kalteng menuju Kalsel untuk mebawanya lewat pesawat di Bandara Syamsudinoor Banjarbaru Kalsel.

Baca: NEWSVIDEO : Cegah Eksploitasi Bajakah, Pemprov Kalteng Buat Regulasi Peredaran Akar Bajakah

Baca: Aksi Nia Ramadhani Labrak Marshanda di Lokasi Syuting Terungkap, Terjadi Sebelum Nikahi Ardi Bakrie

Baca: Inilah 5 Kasus Kembar Siam Langka yang Terjadi Indonesia, dari Nurul-Rahma hingga Aqila-Azila

Parlin, dari Balai Karantina Pertanian Kalteng, saat melakukan rapat membahas regulasi akar Bajakah, mengatakan, pihaknya sudah berusaha melarang tanaman tersebut dibawa naik pesawat terbang lewat Bandara Tjilik Riwut, tetapi ternyata masih bisa lolos.

"Mereka yang membawa akar itu dilarang naik pesawat di Bandara Tjilik Riwut, tetapi sebagian lainnya malah membawa akar bajakah tersebut lewat Bandara Syamsudinoor, Banjarbaru Kalimantan Selatanm Kami melarang juga susah, karena ada penumpang yang sampai nangis-nangis hanya untuk membawa bajakah untuk obat orang tuanya di Jawa sana," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kalteng, Suyuti Samsul, mengimbau, para pencari akar bajakah agar teliti dan hati-hati dalam membeli akar Bajakah, karena apabila salah, dampaknya bisa mengakibatkan nyawa melayang." Jika takarannya kelebihan, ikan saja mabuk,manusia bisa meninggal juga," ujarnya.

(banjarmasinpost.co.id / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved