Tajuk

Kriminal Berat

PERINGATAN keras diberikan kepada pelaku pembakaran lahan dan hutan yang menyebabkan kabut asap melanda beberapa wilayah

Kriminal Berat
BPBD Kotabaru
Kebakaran lahan di Kotabaru 

BANJARMASINPOST.CO.ID - PERINGATAN keras diberikan kepada pelaku pembakaran lahan dan hutan yang menyebabkan kabut asap melanda beberapa wilayah di Indonesia. Termasuk di Kalimantan Selatan.

Bahkan, pelaku yang terbukti melakukan pembukaan lahan dan hutan dengan cara dibakar terancam bakal dikenakan tindakan tegas. Tembak di tempat! Karena pelaku sudah dikategorikan melakukan tindakan terorisme yang menyebabkan kerugian besar bagi negara dan dunia internasional.

Apa memang harus demikian kerasnya tindakan yang harus diambil aparat yang tergabung dalam Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)? Menilik dari efek pembakaran lahan yang menyebabkan bencana kabut asap, bisa dimaklumi kegeraman aparat terhadap para pelaku pembakar lahan.

Bahkan, peringatan keras telah disampaikan Presiden Joko Widodo bagi kepala keamanan wilayah, kepala kepolisian daerah (kapolda) dan komandan resort militer (korem), yang bakal kena sanksi berat apabila tidak bisa menanggulangi kebakaran lahan dan hutan di wilayah masing-masing.

Tindakan tembak di tempat biasanya dilakukan aparat keamanan, polisi maupun detamen khusus antiteror, terhadap pelaku kejahatan berat seperti teroris atau pelaku kriminal yang melawan saat akan dilakukan penangkapan.

Efek kebakaran lahan dan hutan di Kalimantan Selatan dan Tengah, telah merusak aktivitas kemanusiaan secara menyeluruh, baik dari segi kesehatan, ekonomi dan lingkungan. Banyak warga, terutama pelajar, dan terdampak tak bisa melakukan aktivitas akibat buruknya kadar kesehatan udara akibat kabut asap.

Kalau pun harus memaksakan diri tetap melakukan aktivitas di luar ruangan, mereka terancam bakal mengalami sesak napas dan gangguan saluran pernapasan, akibat terpapar kabut asap.

Rumah Sakit Umum Daerah Doris Sylvanus Palangkaraya mencatat seratus lebih pasien infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) yang harus mendapat perawatan, akibat terpapar kabut asap.

Bahkan, rumah sakit tersebut telah membuka rumah oksigen di ruang perawatan bagi pasien ISPA, yang disebutkan mengalami kenaikan hingga 100 persen, didominasi manula dan anak-anak.

Melihat kondisi tersebut, wajar kalau pelaku pembakaran lahan dan hutan diperlakukan seperti sosok teroris dan harus ditindak tegas. Tembak di tempat!

Ketegasan aparat penegak hukum pun kini ditunggu melakukan tindakan tembak di tempat bagi pelaku pembakar lahan dan hutan. Tentu tindakan tegas mereka diharapkan tindak pandang bulu.

Tindakan tegas tembak di tempat tak hanya menyisir pelaku perorangan saja, juga diberlakukan terhadap perusahaan, yang sengaja membakar lahan mereka demi menekan biaya operasional pembersihan lahan mereka.

Tujuan besarnya tentu menghilangkan kebiasaan membersihkan lahan dengan cara membakar, dan membuat udara di negeri ini tetap segar dan tidak tercemar kabut asap. (*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved