B Focus Banua Anam

Kuliner Khas Bumi Antaludin ini Masih Disukai, Namun Para Pengrajinnya Mulai Berkurang

PERNAH mencicipi lamang Kandangan? Makanan ini menjadi satu di antara ikon kuliner khas dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS)

Editor: Eka Dinayanti
BPost Cetak
B Focus edisi cetak Rabu (21/8/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - PERNAH mencicipi lamang Kandangan? Makanan ini menjadi satu di antara ikon kuliner khas dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalsel selain dodol dan ketupat.

Makanan berbahan beras ketan dan santan kelapa yang gurih ini memang tak hanya ada di HSS.

Tapi, cita rasa maupun cara menyajikannya lah yang membuatnya khas dan berbeda.

Lamang Kandangan disajikan dengan sambel satai, yaitu bumbu berbahan kacang tanah dicampur kemiri, cabai merah dan gula merah dengan rasa agak manis.

Setelah disiram sambel satai disantap bersama telur bebek asin.

Juga kacang nagara (jenis kacang lokal) yang dimasak dengan bumbu kari.

Baca: Pamor Veronica Tan Kini Saat Ahok BTP Bahagia Puput Nastiti Devi Sedang Hamil, Kian Terang?

Baca: Upaya Baru Pengacara Rey Utami-Pablo Benua Jerat Hotman Paris Pasca Laporan Farhat Abbas, Narkoba?

Baca: Akibat Obat Kedaluwarsa Kelurga Ini Menderita: Istri Sakit, Suami Dipecat & Gagal Bayar Kontrakan

Ini satu di antara kuliner andalan Bumi Antaludin.

Eksisnya kuliner lamang, didukung adanya sentra perajin lamang, yaitu di Pisangan Getek, Kelurahan Kandangan Barat, Kecamatan Kandangan.

Di desa ini, banyak terdapat perajin lamang.

Warga menggeluti usaha tersebut secara turun temurun, hingga beberapa generasi.

Namun, menurut para perajin mulai 2010 ke atas, jumlah perajin lamang kian berkurang.

Jika zaman dulu hampir satu kampung memproduksi lamang, sekarang bisa dihitung dengan jari.

Penyebabnya, bukan karena produk mereka tak laku atau disukai konsumen.

Tapi banyak pembuat lamang yang telah meninggal dunia.

“Ada juga yang sakit-sakitan, mengalami stroke. Sedangkan generasi penerusnya tak melanjutkan usaha keluarga tersebut dan memilih profesi lain. Ada yang menjadi PNS, karyawan swasta serta usaha lainnnya,” ujar Lurah Kandangan Barat, Hj Diana kepada BPost.

Menurut Lurah, untuk Pisangan Getek kini tinggal enam perajin lamang.

Padahal, dulu hampir tiap rumah tangga punya usaha kuliner tersebut.

Kini pun, dicari penerus perajin lamang yang diharapkan terus menekuni hingga turun

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved