Berita Banjarbaru

Tegaskan Komitmen Integritas dengan Mitra Kerja, PLN Kalselteng Gelar Collective Action

Berbagai pelanggaran integritas tersebut dapat berupa korupsi, kolusi, nepotisme, pungutan liar (pungli), suap maupun gratifikasi.

Tegaskan Komitmen Integritas dengan Mitra Kerja, PLN Kalselteng Gelar Collective Action
HO/Humas PLN Kalselteng
Manajemen bersama Mitra Kerja menandatangani Deklarasi Dukungan Mitra Kerja dan Pakta Integritas dalam acara Collective Action yang digelar PLN UIW Kalselteng di Gedung Panglima Batur Kantor PLN UIW Kalselteng, Rabu (21/8/2019) 

BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARBARU - PLN terus berkomitmen untuk membangun budaya integritas dalam seluruh proses ketenagalistrikan. Budaya integritas tersebut disosialisasikan secara berkala oleh PLN kepada seluruh stakeholders.

Upaya dalam menjaga integritas tersebut diwujudkan oleh PLN Unit Induk Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UIW Kalselteng) dan Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Tengah (PLN UIP Kalbagteng) dengan mitra kerja dalam acara Collective Action Tahun 2019, Rabu (21/8) di Gedung Panglima Batur, Kantor PLN UIW Kalselteng.

Dalam acara yang mengusung tema “Sinergi PLN dan Mitra Kerja Bangun Integritas Menuju Kalimantan Kian Benderang” ini PLN ingin mengajak seluruh mitra kerja untuk bersama menjunjung tinggi integritas.

Senior Manager SDM dan Umum PLN Unit Induk Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, Sari Indah Damayanti mengatakan Collective Action atau aksi kolektif merupakan sebuah upaya PLN dalam menegaskan komitmen untuk membangun budaya integritas yang berdasarkan pada aturan yang berlaku dalam Good Corporate Governance.

Baca: PLN Penuhi Janji Beri Kompensasi Listrik Padam Minggu 4 Agustus 2019 , Begini Cara Cek Besarannya

“Budaya integritas yang dibangun bukan hanya sekedar regulasi yang mengatur seluruh proses. Tetapi budaya integritas merupakan sebuah sistem yang kami bangun sebagai bentuk nyata yang komprehensif untuk menangkal seluruh proses bisnis dari pelanggaran integritas,” katanya.

Sari menjelaskan bahwa sistem yang dimaksud berlandaskan empat pilar utama yang dikenal dengan PITA, yaitu Partisipasi, Integritas, Transparansi dan Akuntabilitas. Ia ingin mengajak seluruh mitra kerja untuk bersama menghayati keempat pilar tersebut agar berbagai pelanggaran integritas antara PLN dengan mitra kerja dapat dicegah.

Berbagai pelanggaran integritas tersebut dapat berupa korupsi, kolusi, nepotisme, pungutan liar (pungli), suap maupun gratifikasi.

PLN UIW Kalselteng dan Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Tengah (PLN UIP Kalbagteng) dengan mitra kerja dalam acara Collective Action Tahun 2019, Rabu (21/8) di Gedung Panglima Batur, Kantor PLN UIW Kalselteng.
PLN UIW Kalselteng dan Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Tengah (PLN UIP Kalbagteng) dengan mitra kerja dalam acara Collective Action Tahun 2019, Rabu (21/8) di Gedung Panglima Batur, Kantor PLN UIW Kalselteng. (HO/Humas PLN Kalselteng)

Korupsi sebagai salah satu pelanggaran integritas sangat memiliki dampak negatif. Bagi perusahaan, korupsi dapat menurunkan efisiensi dan juga peningkatan biaya perusahaan yang akan berdampak langsung kepada menurunnya reputasi bisnis perusahaan. Korupsi juga dapat mengakibatkan tertutupnya inventasi dana akses modal bagi perusahaan.

Baca: PLN: Mengalirkan Listrik ke Rumah Pelanggan Merupakan Amanah yang Terus Kami Perjuangkan

Sari menegaskan bahwa korupsi sebagai salah satu pelanggaran integritas sangat memiliki dampak negatif. Pencegahan dan upaya memerangi korupsi yang dilakukan secara bersama antara perusahaan dan mitra kerja sangat penting.

“Komitmen yang kuat untuk menjalankan praktik penyelenggaraan usaha ketenagalistrikan yang bersih dari pelanggaran integritas dan praktik korupsi tentunya tidak dapat dijalankan hanya oleh PLN. Komitmen ini juga perlu partisipasi dan dukungan dari bapak dan ibu sekalian mitra kerja PLN,” lanjutnya.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved