Berita HST
Sempat Diguyur Hujan, Titik Api Karhutla di HST Mulai Berkurang, Kalak BPBD Sebut Ini
Sempat diguyur hujan titik api kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Hulu Sungai Tengah mulai berkurang.
Penulis: Eka Pertiwi | Editor: Elpianur Achmad
BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Sempat diguyur hujan titik api Karhutla di Kabupaten Hulu Sungai Tengah mulai berkurang.
Buktinya, dalam beberapa hari terakhir tak ditemukan titik api di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Kebakaran hutan dan lahan terakhir terjadi lima hari yang lalu. Terjadi di Desa Haur Gading Kecamatan Batang Alai Utara Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Desa ini berbatasan dengan Desa Pawalautan Kecamatan Bajang Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Sebelumnya, kebakaran hutan dan lahan terjadi di Desa Pangang Marak, Tanah Habang, Mahang Baru, Tapuk, Dusun Awang Landas Sei Buluh, Pahalatan, dan Samhurang.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Budi Haryanto, menjelaskan selain karena faktor cuaca, kegiatan satuan tugas gabungan pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di sembilan posko desa dan satu kota satuan tugas di Kabupaten Hulu Sungai Tengah sudah menunjukan hasil.
Baca: 6 Petugas BPBD Kalsel Terjebak Api Kebakaran Lahan di Batola, Petugas Kerahkan Heli Water Bombing
Baca: Sempat Tertunda, Parisj Van Borneo Event Pariwisata HST Dilaksanakan Akhir Bulan Ini di Barabai
Apagi, bebernya, satuan tugas ini memberikan edukasi dan sosialisasi langsung kepada masyarakat sehingga titik api di Kabupaten Hulu Sungai Tengah berkurang.
"Jadi satuan tugas ini berperan menjelaskan kepada masyarakat kalau membakar hutan dan lahan memiliki efek. Baik bagi kesehatan, lingkungan dan hukum. Nah ini yang sudah mulai disadari masyarakat. Selain itu doa dari tokoh agama, ulama, serta habaib juga membuat titik api di Hulu Sungai Tengah berkurang.
Hal serupa ditimpali oleh, Dansub Satgas 2 Pencegahan Karhutla Kodim 1002/Barabai Wilayah Hulu Sungai Tengah, Letkol Inf Nur Rohman Zein.
Menurutnya, masyarakat sudah mulai sadar tentang bahaya Karhutla bagi lingkungan dan kesehatan.
"Ini berkat sosialisasi para anggota Satgas Karhutla. Selain itu, hujan juga membawa berkah tersendiri, cuaca menjadi sejuk dan mengurangi kekeringan di sebagaian lahan," tuntasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/titik-api-akibat-musim-panas-mulai-muncul-di-tiga-kecamatan_20180715_163747.jpg)