Berita HSU

BPOM HSU Temukan Kosmetik Tak Miliki Izin Edar Saat Razia di Balangan, Ini Pengakuan Pedagang

Setelah melakukan penertiban kosmetik ilegal dan mengandung bahan berbahaya di Hulu Sungai Utara (HSU) dan Tabalong, kegiatan serupa juga dilaksanakan

BPOM HSU Temukan Kosmetik Tak Miliki Izin Edar Saat Razia di Balangan, Ini Pengakuan Pedagang
BPOM HSU untuk Banjarmasinpost.co.id
Aksi penertiban dari kosmetik ilegal dan mengandung¬† bahan berbahaya tahap I tahun 2019. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Setelah melakukan penertiban kosmetik ilegal dan mengandung bahan berbahaya di Hulu Sungai Utara (HSU) dan Tabalong, kegiatan serupa juga dilaksanakan di Balangan.

Kegiatan dilaksanakan Kantor BPOM di HSU bersama-sama Dinas Kesehatan dan Dinas Perdagangan Kabupaten Balangan Rabu (21/8/2019).

Dalam Kegiatan ini tim memerisam enam toko kosmetik yang ada di Pasar Tradisional Paringin dan Pasar Modern Adaro, Balangan.

Hasilnya ditemukan satu jenis kosmetik yang sudah kedaluwarsa dan 38 jenis kosmetik yang tidak memiliki izin edar (TIE).

Baca: Kepribadian Irwan Mussry Disorot Ibu Maia Estianty, Bandingkan Ahmad Dhani, Suami Mulan Jameela

Baca: Pantau Titik Api di Kalsel Cukup Download Aplikasi Ini di Hp, Ada Poin Penting Bahaya Kebakaran

Baca: Bukan Barbie Kumalasari! Ibu Kriss Hatta Bawa Wanita Ini untuk Anaknya, Ini Kondisi Eks Hilda Vitria

Kegiatan aksi penertiban dari kosmetik ilegal dan mengandung bahan berbahaya tahap I tahun 2019 ini laksanakan Badan POM secara serentak se-Indonesia untuk melindungi masyarakat dan memberikan rasa aman saat menggunakan kosmetik.

Kepala Kantor BPOM di HSU, Bambang Hery Purwanto, Kamis (22/8/2019) membenarkan ada temuan tersebut dari enam toko kosmetik yang diperiksa.

"Semuanya sudah diamankan ke kantor BPOM di Kabupaten Hulu Sungai Utara," katanya.

Disampaikannya, dari keterangan pedagang yang di tokonya ditemukan kosmetik yang tidak memiliki izin edar, rata-rata mengaku tidak tahu karena hanya dititipi sales.

"Terhadap penjual kosmetik kami memperingatkan agar tidak lagi menjual kosmetik yang tidak memiliki izin edar karena ini merupakan tidak pidana yaitu melanggar UU No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, pasal 197 dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp 1,5 miliar," tegasnya.

Pedagang atau masyarakat, imbuhnya, memastikan produk kosmetik yang dijual sudah memiliki izin edar dengan melihat di kemasan label ada pencantuman BPOM NA (Notifikasi Asia).

Untuk melihat label NA asli atau palsu maka masyarakat bisa mendownload aplikasi Cek BPOM di android.

Sedangkan untuk melihat barcode asli atau tidak masyarakat bisa mendownload aplikasi android BPOM Mobile.

"Ingat selalu Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, Kedaluwarsa). Pastikan kemasan dalam kondisi baik, baca informasi produk yang tertera pada labelnya, memiliki izin edar BPOM, dan tidak melebihi masa kedaluwarsa," katanya. (banjarmasinpost.co.id/dony usman)

Penulis: Dony Usman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved